Ibu NDR Ungkap Anaknya Sering Hadir dalam Mimpi dan Sebut Nama Terduga Pelaku
Mataram (NTBSatu) – Pihak keluarga almarhumah NDR, mahasiswi Universitas Mataram (Unram) yang meninggal pada pertengahan Mei lalu, meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas penyebab kematian korban.
Harapan tersebut kembali mencuat saat ibu NDR, Eni Widyawati, menyampaikan pesan menyentuh mengenai perkembangan batin keluarga. Terutama yang masih mengawal jalannya proses hukum.
“Untuk kesekian kalinya hadirmu dalam mimpi dan selalu kakak menyebutkan nama orang (pelaku) yang sama. Ya Allah ya Robbi, tuntunlah keadilan menemui haknya,” tulisnya, mengutip Facebook Ennie We pada Senin, 29 Juni 2026.
Unggahan tersebut langsung memantik simpati dan perhatian luas dari warganet yang sejak awal mengikuti perkembangan kasus ini. Dukungan moral terus mengalir deras kepada pihak keluarga agar tetap kuat dalam mengawal proses hukum yang sedang berjalan di kepolisian.
Di sisi lain, narasi yang berkembang di ruang publik ini menunjukkan bahwa perhatian masyarakat terhadap penyelesaian kasus NDR belum meredup.
Dorongan Transparansi Penyelidikan
Hingga saat ini, publik dan pihak keluarga masih menunggu langkah konkret selanjutnya dari kepolisian. Selanjutnya, menunggu informasi terakhir mengenai pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan alat bukti baru sebagai fokus utama.
Dorongan agar kepolisian bekerja secara transparan, akuntabel, dan profesional terus bergulir dari berbagai pihak, termasuk rekan sesama mahasiswa, pengamat hukum, dan lainnya.
Pihak keluarga menuntut kejelasan status hukum dan penetapan tersangka yang bertanggung jawab penuh atas meninggalnya NDR sebagai poin penting.
Penuntasan kasus ini secara transparan sangat penting, bukan hanya bagi keadilan korban, tetapi juga untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di daerah.
“Penyelidikan ini jangan pernah sampai berhenti sampai di sini. Kami berharap dukungannya,” tegas Eni kepada NTBSatu pada Selasa, 16 Juni 2026.
Tuntutan Dukungan dari Pihak Kampus
Di sisi lain, gelombang solidaritas dari rekan sesama mahasiswa Unram juga terus mengalir. Ibu NDR juga meminta pihak kampus memberikan sikap terbuka dan dukungan moral kepada keluarga korban.
Hal ini mengingat NDR merupakan mahasiswi aktif yang sedang menempuh pendidikan saat peristiwa tragis tersebut berlangsung.
Sementara itu, langkah pembuktian polisi menghadapi tantangan serius karena sejumlah barang berharga milik korban hilang dari lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Tercatat bahwa gawai dan motor milik NDR hilang saat penemuan jenazah korban.
Hingga saat ini, kepolisian sudah memeriksa sedikitnya 14 saksi mulai dari rekan dekat, teman dekat, mantan pacar, serta tetangga kos korban. Polisi juga tengah mendalami rekaman CCTV di beberapa titik sekitar wilayah Gomong Sakura sembari menunggu hasil uji lab forensik dari Mabes Polri.(*)




