Lombok Tengah

Siswi SMAN 1 Praya Lolos Paskibraka Nasional 2026, Siap Bertugas di Istana Negara

Lombok Tengah (NTBSatu) – Siswi SMAN 1 Praya Lombok Tengah, Belvana Rolanda Finda Kurniawan, berhasil lolos sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2026.

Ia akan mewakili Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara, 17 Agustus mendatang.

Prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi keluarga, sekolah, dan masyarakat Lombok Tengah. Belva menjadi satu dari dua wakil NTB yang berhasil melewati seluruh tahapan seleksi hingga tingkat nasional.

IKLAN

Belva mengaku perjalanan menuju Paskibraka Nasional bukan hal yang mudah. Sejak awal, ia sempat ragu untuk mengikuti seleksi. Namun, dorongan dari orang tua membuatnya mantap mencoba dan menjalani setiap proses.

“Awalnya saya masih bingung mau ikut atau tidak. Orang tua bilang, ikut saja, kalau belum berhasil anggap saja sebagai pengalaman,” ujarnya kepada NTBSatu, minggu 28 Juni 2026.

Ia memulai persiapan dengan melatih kemampuan fisik. Setelah itu, Belva fokus mempelajari materi wawasan kebangsaan dan inteligensia umum yang menjadi bagian dari seleksi.

IKLAN

Menurutnya, materi inteligensia umum menjadi tantangan paling berat. Sebab, materi tersebut tidak banyak dipelajari di sekolah sehingga ia harus belajar secara mandiri.

“Yang paling berat itu inteligensia umum karena jarang dipelajari di sekolah. Jadi harus belajar sendiri,” katanya.

Dukungan Penuh dari Keluarga

Selain usaha pribadi, Belva menyebut dukungan keluarga menjadi kekuatan terbesar selama mengikuti seleksi. Orang tua terus memberi semangat dan meyakinkannya agar percaya pada kemampuan sendiri.

Momen paling berkesan baginya terjadi saat pengumuman hasil seleksi tingkat provinsi. Belva mengaku tidak menyangka namanya menjadi peserta pertama dari kategori putri yang lolos ke tingkat nasional.

“Saya sampai tidak percaya ketika nama saya dipanggil. Lolos sampai provinsi saja sudah bersyukur, apalagi ternyata lanjut ke nasional,” tuturnya.

Pesan ke Teman-Teman

Belva juga mengajak pelajar yang ingin mengikuti jejaknya agar tidak takut mencoba. Menurutnya, banyak anggapan bahwa Paskibraka hanya identik dengan hukuman dan latihan fisik yang berat.

“Teman-teman yang mau ikut Paskibraka jangan berpikir kalau Paskibraka itu isinya cuma dihukum atau fisiknya berat. Kalau kita tidak fokus sama beratnya, kita tidak akan merasa tertekan. Yang penting semua keinginan itu datang dari diri sendiri,” ujarnya.

Ia menyarankan calon peserta mulai mempelajari sejarah Paskibraka, wawasan kebangsaan, serta materi inteligensia umum sejak awal. Menariknya, Belva mengaku belum pernah menjadi anggota Paskibra sekolah sebelum mengikuti seleksi tingkat kabupaten.

Ke depan, Belva berharap pengalaman sebagai Paskibraka Nasional dapat membentuk karakter yang lebih disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki jiwa kepemimpinan. Ia juga bercita-cita melanjutkan pendidikan ke Akademi Kepolisian (Akpol) atau sekolah kedinasan. (*)

Artikel Terkait