Kota Mataram

Yatim Piatu di Perantauan, Anak PMI asal Mataram Akhirnya Tiba di Kampung Halaman

Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, berhasil memulangkan Adam, anak seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang terlantar di Malaysia, Minggu, 21 Juni 2026.

Bocah tersebut berstatus yatim piatu setelah kedua orang tuanya yang merupakan sesama PMI asal Lombok meninggal dunia beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi NTB, Aidy Furqan menyatakan, sudah berupaya untuk membantu proses pemulangannya. “Kami berupaya untuk bisa membantu pemulangan,” ujarnya kepada NTBSatu, Minggu, 22 Juni 2026.

IKLAN

Kasus ini bermula saat pihak pemerintah menerima informasi mengenai ibu Adam, Megawati, yang mengalami sakit kronis di Malaysia bulan lalu. Setelah sempat menjalani perawatan intensif, nyawanya tidak bisa tertolong.

Pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, KBRI Kuala Lumpur, dan Disnakertrans NTB, untuk memulangkan jenazah ke Mataram.

Penelusuran Anak Almarhumah

Seiring proses pemulangan jenazah tersebut, pihak keluarga di Lombok mengungkapkan bahwa almarhumah meninggalkan seorang anak di Malaysia. Mereka menyebut, anak tersebut belum pernah pulang ke kampung halaman.

IKLAN

Selanjutnya, tim pemulangan melakukan pelacakan dan mendapati keberadaan Adam yang selama ini menumpang hidup di rumah tetangga ibunya. Sedangkan sang ayah sudah meninggal dua tahun lebih dulu, sehingga bocah tersebut hidup sebatang kara.

Momen pemulangan Adam berjalan bertepatan dengan kunjungan kerja Gubernur NTB ke Malaysia. Tujuannya untuk membangun kerja sama dengan MayBank Malaysia dan NTB Syariah terkait pelayanan tenaga kerja di sektor perkebunan.

Dalam kunjungan tersebut, tim segera mengurus dokumen administrasi Adam, agar bisa ikut serta kembali ke tanah air. “Proses administrasi bisa berjalan dengan lancar dalam waktu dua hari kami di Kuala Lumpur,” lanjutnya.

Rencana Pengasuhan Negara

Setelah mendarat di Lombok pekan lalu, petugas langsung mengantarkan Adam untuk bertemu dengan keluarga besarnya. Meski begitu, Pemprov NTB menyiapkan skema pengasuhan jangka panjang melalui program jaminan sosial dan pendidikan formal yang layak.

Selanjutnya, Gubernur NTB sudah memberikan arahan agar Dinas Sosial segera memfasilitasi kebutuhan Adam untuk masuk ke panti asuhan. Sekaligus mendapatkan akses ke Sekolah Rakyat.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga menegaskan tetap menghormati keputusan pihak keluarga di Lombok. Hal itu sebelum mengambil alih hak asuh anak secara penuh.

“Kami masih perlu diskusi dengan keluarga di Lombok apakah nanti Adam akan ada izin untuk dirawat, diurus oleh negara,” tegasnya. (*)

Artikel Terkait