Sumbawa Barat

Bupati Amar Sambut Kepulangan 126 Jemaah Haji Kloter 13 di Taliwang

Sumbawa Barat (NTBSatu) — Tangis haru keluarga mewarnai kedatangan rombongan jemaah haji asal Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Bupati bersama Wakil Bupati menyambut langsung kepulangan para jemaah di Pendopo Wakil Bupati, Kamis malam, 18 Juni 2026. 

Sebanyak 126 jemaah haji yang tergabung dalam Kloter 13 telah tiba dengan selamat. Mereka kembali ke tanah air dalam kondisi utuh dan sehat walafiat setelah menunaikan ibadah.

Kepala Kantor Kementerian Agama KSB, H. Ardi Suzami, mengonfirmasi total jemaah asal KSB mencapai 144 orang. Sebagian jemaah lainnya masih berada di Arab Saudi dan akan pulang pada kloter berikutnya.

IKLAN

Rombongan tersisa berjumlah 18 jemaah masuk dalam kelompok terbang Kloter 15. Jadwal kepulangan mereka menuju tanah air berkisar pada tanggal 21 Juni 2026 mendatang.

Ardi Suzami juga mengklarifikasi kabar duka yang sempat beredar luas di platform media sosial. Ia menegaskan, warganet salah menyebut nama asal wilayah jemaah yang meninggal di Tanah Suci.

“Tidak ada jemaah haji asal KSB yang meninggal dunia. Rombongan kita semuanya aman dan sehat walafiat,” ujarnya, Kamis, 18 Juni 2026. 

IKLAN

Apresiasi Petugas dan Jemaah Haji

Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran panitia penyelenggara. Tim PPIH dan Bagian Kesra Setda KSB telah mengawal jemaah sejak awal pemberangkatan.

Bupati Amar berpesan agar para jemaah senantiasa menjaga nilai kemabruran haji secara konsisten. Mereka harus menjadi teladan yang baik bagi masyarakat melalui ketekunan ibadah sehari-hari.

“Setibanya di rumah, saya minta bapak dan ibu sekalian untuk tetap menjaga kesehatan dan istirahat yang cukup,” ujar Bupati Amar.

Kemudian, Bupati Amar menyerahkan kembali para jemaah haji tersebut secara resmi kepada anggota keluarga masing-masing. Suasana haru langsung pecah saat jemaah memeluk erat sanak saudara yang telah lama menunggu.

Ia juga mengingatkan jemaah untuk mengantisipasi dampak perbedaan waktu lima jam dengan Arab Saudi. Perubahan waktu tersebut biasanya mengganggu pola tidur normal selama dua hingga tiga hari ke depan. (*) 

Artikel Terkait