Muhammad Abdi, Demonstran Asal NTB yang Temui Gibran Bantah Tudingan Terima Imbalan
Jakarta (NTBSatu) – Koordinator aksi mahasiswa sekaligus Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK), Muhammad Abdi, memberikan klarifikasi terkait pernyataannya yang menjadi sorotan usai wawancara dengan wartawan setelah pertemuan dengan Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, di Istana Wapres, Jakarta, Senin, 15 Juni 2026 sore.
Abdi, pemuda asal Desa Ngali, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, menegaskan bahwa tidak ada intervensi maupun skenario tertentu dalam audiensi antara 15 perwakilan mahasiswa dan Gibran yang berlangsung di Istana Wapres itu.
Namun, ia mengakui kekeliruan dalam menyampaikan jawaban kepada media dan menyebut hal tersebut sebagai kesalahan pribadi.
“Saya ingin mengklarifikasi terkait keblunderan jawaban saya. Sebagai koordinator aksi, saya memiliki tanggung jawab yang besar. Tidak ada intervensi ataupun settingan dalam dialog kami dengan Mas Wapres. Kami berdialog sesuai dengan tuntutan yang kami bawa dan idealisme mahasiswa,” ujar Abdi kepada NTBSatu, Rabu, 17 Juni 2026 dini hari.
Menurutnya, seluruh aspirasi yang perwakilan massa aksi sampaikan kepada Wakil Presiden merupakan bentuk kritik dan masukan yang berasal dari mahasiswa. Karena itu, ia membantah berbagai tudingan yang beredar di media sosial terkait pertemuan tersebut.
“Tudingan-tudingan itu tidak benar. Itu murni kesalahan saya pribadi. Mungkin karena faktor kelelahan sehingga terjadi kekhilafan dalam menjawab pertanyaan wartawan yang kemudian menimbulkan berbagai persepsi di media sosial,” katanya.
Sampaikan Aspirasi Rakyat
Abdi juga menegaskan, tidak ada pemberian dalam bentuk apa pun yang mahasiswa terima dari Wakil Presiden. Ia memastikan, tujuan kedatangan mereka semata-mata untuk menyampaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat.
“Tidak ada pemberian dalam bentuk apa pun dari Mas Wapres yang kami terima. Kami benar-benar menyampaikan hak-hak rakyat yang seharusnya kita suarakan kepada Wakil Presiden,” tegasnya.
Terkait hasil pertemuan, Abdi mengungkapkan bahwa sebanyak 15 mahasiswa yang menjadi perwakilan aksi telah menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Gibran. Menurutnya, Wakil Presiden menerima dan mencatat seluruh tuntutan tersebut untuk diteruskan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Selain menyampaikan tuntutan utama, para mahasiswa juga mengangkat berbagai persoalan yang terjadi di daerah masing-masing.
Beberapa di antaranya mengenai pelaksanaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) hingga persoalan titik dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belum tepat sasaran di sejumlah wilayah.
Abdi mengatakan, Wakil Presiden mengapresiasi berbagai masukan yang disampaikan mahasiswa. Bahkan, berdasarkan informasi yang diterimanya dalam pertemuan tersebut, Gibran berencana meninjau sejumlah daerah yang dilaporkan mengalami berbagai persoalan, termasuk masalah infrastruktur.
“Mas Wapres mengapresiasi tuntutan kami. Kalau tidak salah saya dengar, beliau juga berencana mengunjungi daerah-daerah yang kami laporkan bermasalah, termasuk terkait infrastruktur,” ujarnya.
Meski demikian, Abdi menegaskan mahasiswa akan terus mengawal tindak lanjut dari hasil pertemuan tersebut. Ia menyatakan aksi lanjutan akan dilakukan apabila tuntutan yang telah disampaikan tidak mendapatkan perhatian dalam waktu lima hari.
“Jika tuntutan kami tidak segera diatensi dalam waktu 5×24 jam, maka kami akan melakukan aksi lanjutan sebagai bentuk pengawalan untuk memperjuangkan berbagai kepentingan rakyat,” katanya. (*)




