Harga BBM Naik, Pergerakan Penumpang di Bandara Lombok Diklaim Tetap Stabil
Mataram (NTBSatu) – Tren pergerakan penumpang di Bandar Udara Internasional Lombok Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) masih stabil hingga Kamis, 11 Juni 2026.
Keadaan ini membuktikan belum ada pengaruh secara signifikan oleh potensi penurunan minat bepergian masyarakat akibat kenaikan harga tiket pesawat.
Plt Branch Communication and CSR Department Head Angkasa Pura BIZAM, Hidya Putri Ramadhania mengatakan, kuantitas penumpang masih stabil.
“Untuk saat ini masih aman. Aman kalau untuk pergerakan penumpang,” ujarnya kepada NTBSatu, Kamis, 11 Juni 2026.
Berdasarkan keterangan Haidia, adanya ekspansi rute dan peningkatan jumlah penerbangan oleh sejumlah maskapai, memicu kestabilan arus penumpang BIZAM. Kebijakan strategis ini mampu menjaga volume pergerakan orang dari dan menuju Pulau Lombok.
Penambahan Rute Baru
Selanjutnya, Hidya mencatat jika penguatan konektivitas udara baik pada rute domestik maupun internasional. Pada lini internasional, maskapai Scoot telah menambah frekuensi penerbangan langsung dari Singapura pada 1 Juni 2026 lalu.
Sementara untuk rute domestik, maskapai TransNusa juga sudah membuka rute penerbangan baru langsung menuju Jakarta sejak bulan lalu.
Selanjutnya, Hidya menilai tambahan pilihan operasional ini cukup efektif dalam meredam dampak langsung dari fluktuasi harga tiket di pasar.
“Masih aman karena ada penambahan frekuensi penerbangan dari Singapura juga kemarin per 1 Juni dari Scoot. Ada penambahan rute ke Jakarta juga dari TransNusa bulan lalu,” tambah Hidya.
Monitoring Tren Bulanan
Meski pergerakan penumpang terpantau normal, Angkasa Pura I menegaskan bahwa kalkulasi dampak riil dari kenaikan harga tiket penerbangan, merupakan ranah maskapai.
Angkasa Pura I juga sejauh ini membatasi fungsi pengawasan pada pemantauan pergerakan statistik penumpang secara berkala.
Kebijakan mitigasi dan evaluasi dampak komersial sepenuhnya milik pihak maskapai yang bersentuhan langsung dengan regulasi tarif dan daya beli konsumen.
“Terkait dengan dampak kenaikan harga tiket pesawat dapat ditanyakan kepada pihak maskapai. Kalau dari kami biasanya melihat tren penumpang bulanan saja, dan saat ini masih memonitor trennya,” pungkasnya. (*)




