Perputaran Uang di Pasar Rakyat Jadi Fokus Pemkab Lotim pada Triwulan Kedua
Lombok Timur (NTBSatu) – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lombok Timur yang mencapai 7,83 persen belum membuat pemerintah daerah berpuas diri. Memasuki triwulan kedua 2026, fokus pemerintah bukan mengejar target bombastis, melainkan memastikan roda ekonomi masyarakat terus bergerak melalui perdagangan, pertanian, peternakan, perikanan, hingga sektor jasa keuangan.
Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin menilai, kekuatan ekonomi daerah saat ini bertumpu pada aktivitas masyarakat yang berlangsung setiap hari. Karena itu, pemerintah berupaya menciptakan ruang-ruang ekonomi baru yang mampu menjaga perputaran uang tetap terjadi di tingkat lokal.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah penyelenggaraan Car Free Night dan Car Free Day di Kecamatan Pringgabaya. Menurutnya, kegiatan tersebut terbukti mampu menggerakkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ketika masyarakat datang berbelanja, berpartisipasi dalam keramaian, dan mengeluarkan uangnya di sana, maka UMKM kita ikut bangkit. Perputaran uang terus terjadi di Lombok Timur,” ujarnya Selasa, 9 Juni 2026.
Pertanian sebagai pondasi
Ia melihat geliat ekonomi tidak hanya terjadi di sektor perdagangan, tetapi juga di bidang pertanian yang dinilainya masih bergerak cukup cepat di berbagai wilayah. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk mempertahankan bahkan meningkatkan capaian pertumbuhan ekonomi daerah.
Meski demikian, pemerintah menyadari masih ada sejumlah kelompok tani yang merasa belum tersentuh program bantuan pemerintah. Menanggapi hal itu Bupati menegaskan, pemerintah membuka ruang bagi kelompok tani yang membutuhkan dukungan.
“Silakan kelompok tani yang memang membutuhkan bantuan. Kita punya program untuk itu. Tidak ada yang kita abaikan,” katanya.
Selain sektor riil, Pemkab Lombok Timur juga mulai memberi perhatian lebih besar pada sektor jasa, terutama jasa keuangan. Sektor ini dinilai menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan dan berpotensi menjadi salah satu penopang ekonomi daerah ke depan.
Kendati angka pertumbuhan ekonomi sudah berada di level 7,83 persen, pemerintah belum menetapkan target spesifik untuk mencapai dua digit. Namun, upaya peningkatan tetap menjadi agenda utama.
“Dengan angka 7,83 persen ini bukan berarti kita puas. Kita tetap berupaya meningkatkan kondisi ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Melalui pernyataan tersebut, pemkab Lombok Timur ingin menunjukkan pembangunan ekonomi saat ini bertujuan untuk menjaga denyut ekonomi masyarakat di tingkat bawah. Dengan begitu, pertumbuhan bukan hanya sekedar angka, tetapi memastikan manfaat benar-benar dirasakan masyarakat. (*)




