UMKM Jadi Tulang Punggung Pertumbuhan Ekonomi Lombok Timur
Lombok Timur (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur menempatkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah. Di tengah berbagai tantangan ekonomi, geliat pelaku UMKM dinilai berhasil menjaga perputaran ekonomi masyarakat. Sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Lombok Timur hingga mencapai 7,83 persen.
Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, Muhammad Juaini Taofik mengatakan, capaian tersebut tidak terlepas dari kontribusi ribuan pelaku UMKM yang tersebar di berbagai sektor usaha. Menurutnya, sebagian besar UMKM di Lombok Timur bergerak pada bidang pengolahan makanan yang selama ini menjadi salah satu penggerak utama ekonomi masyarakat.
“Kalau kita melihat pertumbuhan ekonomi Lombok Timur yang mencapai 7,83 persen. Salah satu penopangnya adalah pelaku UMKM. Terutama yang bergerak di industri pengolahan makanan,” ujarnya, Minggu, 21 Juni 2026.
Ia menjelaskan, keberadaan UMKM tidak hanya berperan dalam menciptakan lapangan kerja. Tetapi juga menjaga daya beli masyarakat melalui aktivitas ekonomi yang berlangsung hingga ke tingkat desa. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya memperkuat sektor tersebut melalui berbagai program pendampingan dan pembiayaan.
Permudah Akses Permodalan
Salah satu langkah yang dilakukan pemerintah adalah menjalankan program Lombok Timur Berantas Rentenir Melalui Kredit Tanpa Bunga (Lotim Berkembang). Melalui program tersebut, pemerintah menghubungkan pelaku UMKM dengan lembaga keuangan agar mereka dapat memperoleh akses permodalan yang lebih mudah.
Juaini menjelaskan, pada tahap awal program tersebut menyasar kelompok peternak. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah mengarahkan program itu untuk memperluas akses pembiayaan UMKM.
Menurutnya, pemerintah tidak harus selalu hadir dalam bentuk bantuan modal langsung. Pemerintah juga dapat berperan dengan membuka akses pembiayaan yang lebih luas dan mempermudah pelaku usaha menjangkau layanan perbankan.
“Kami ingin pelaku UMKM memiliki akses yang lebih besar terhadap permodalan. Sehingga mereka bisa mengembangkan usahanya secara berkelanjutan,” ujarnya.
Selain memperkuat akses pembiayaan, Pemkab Lombok Timur juga mendorong peningkatan legalitas usaha. Dalam waktu dekat, pemerintah daerah berencana menggandeng Kementerian Hukum untuk memfasilitasi pelaku usaha dalam mengurus badan usaha dan legalitas lainnya.
Menurut Juaini, legalitas usaha menjadi salah satu syarat penting agar UMKM lebih mudah memperoleh akses perbankan dan memperluas jaringan usahanya. Banyak pelaku usaha yang telah berkembang, namun masih menjalankan usahanya secara perorangan sehingga ruang akses pembiayaannya masih terbatas.
“Kalau usaha mereka sudah memiliki legalitas yang lebih kuat, peluang mendapatkan dukungan pembiayaan juga akan semakin terbuka,” tegasnya.
Komitmen Dampingi UMKM
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Lombok Timur, Baiq Farida Apriani menyebut, jumlah UMKM di daerah tersebut saat ini mendekati 70 ribu unit usaha. Jumlah itu terus bertambah setiap tahun seiring tumbuhnya berbagai usaha baru di tengah masyarakat.
Meski demikian, ia menilai tantangan yang dihadapi pelaku UMKM tidak hanya berkaitan dengan modal usaha. Banyak pelaku usaha yang harus berjuang mempertahankan sekaligus mengembangkan usahanya di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Karena itu, Dinas Koperasi dan UMKM terus memperkuat kapasitas pelaku usaha melalui berbagai program pelatihan. Pelatihan tersebut mencakup pengemasan produk, sertifikasi halal, pengembangan usaha, hingga peningkatan kualitas manajemen usaha.
“Kami terus mendampingi dan melatih pelaku UMKM agar mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan naik kelas,” ujarnya.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga mulai menyiapkan langkah untuk mencetak pelaku usaha baru dari kalangan generasi muda. Pemkab Lombok Timur bahkan tengah mengupayakan program nasional yang dapat mendorong lahirnya startup dan wirausaha baru di daerah.
Juaini mengajak mahasiswa dan generasi muda terjun ke dunia usaha agar mampu menciptakan lapangan kerja baru, bukan sekadar mengejar profesi.
Menurutnya, kehadiran pelaku usaha baru akan memperluas lapangan kerja sekaligus memperkuat fondasi ekonomi daerah dalam jangka panjang.
“Kalau semakin banyak anak muda yang menjadi pelaku usaha, maka dampaknya akan sangat besar bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (*)




