Prof. Sukardi Siapkan Kuliah Gratis untuk 18 Calon Mahasiswa SNBP yang Terkendala Biaya
Mataram (NTBSatu) – Universitas Mataram (Unram) menyiapkan skema kuliah gratis bagi 18 calon mahasiswa yang lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 namun belum melakukan daftar ulang karena terkendala biaya.
Rektor Unram, Prof. Sukardi menyampaikan komitmen tersebut saat mengunjungi rumah Deswita Aulia Putri, mahasiswi Unram yang lolos melalui jalur SNBP, pada Minggu, 7 Juni 2026.
Dalam kunjungan itu, Prof. Sukardi hadir bersama Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Prof. Khairul Munadi.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Unram menjaga akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Deswita tinggal bersama bibinya dan tumbuh dalam kondisi ekonomi sederhana. Ayahnya bekerja sebagai buruh serabutan di kebun. Meski menghadapi keterbatasan, ia tetap mempertahankan tekad untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Prof. Sukardi mengatakan, Unram telah memverifikasi calon mahasiswa yang belum melakukan daftar ulang setelah lolos SNBP. Hasil verifikasi menunjukkan 18 calon mahasiswa belum melanjutkan proses registrasi karena kendala ekonomi.
“Dari 18 mahasiswa yang tidak daftar ulang SNBP karena keterbatasan ekonomi sesuai hasil verifikasi kami, semuanya akan kami bantu untuk tetap melanjutkan kuliah dengan biaya nol rupiah sambil kita carikan orang tua asuh,” ujarnya.
Menurut Prof. Sukardi, banyak calon mahasiswa memiliki prestasi dan semangat belajar tinggi, namun kondisi ekonomi keluarga membatasi kesempatan mereka melanjutkan pendidikan.
Karena itu, Unram tidak hanya menyiapkan pembiayaan kuliah, tetapi juga mencari orang tua asuh untuk mendukung keberlangsungan studi para mahasiswa tersebut.
Program tersebut menjadi salah satu langkah Unram memperluas akses pendidikan sekaligus mencegah calon mahasiswa mengurungkan niat kuliah karena persoalan biaya.
Prof. Sukardi menegaskan kampus memiliki tanggung jawab membuka kesempatan belajar bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang ekonomi.
Kisah Deswita mencerminkan perjuangan banyak anak muda yang berusaha meraih pendidikan tinggi di tengah keterbatasan ekonomi keluarga.
Melalui bantuan biaya pendidikan dan dukungan orang tua asuh, Unram berharap seluruh calon mahasiswa yang telah lolos seleksi dapat melanjutkan kuliah dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
Prof. Sukardi juga berharap langkah tersebut dapat menjaga mimpi para mahasiswa untuk meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan tinggi.
“Kami ingin memastikan tidak ada mahasiswa yang menghentikan mimpinya hanya karena persoalan biaya,” katanya. (*)




