Pedagang Pantai Loang Baloq Ampenan Keluhkan Sepinya Pengunjung
Mataram (NTB) – Pengunjung di kawasan Pantai Loang Baloq, Ampenan Kota Mataram, kian sepi. Kondisi ini menjadi keluhan para pedagang yang menempati lapak kuliner di lokasi tersebut.
Kondisi itu membuat omzet mereka terus menurun hingga tidak mencapai Rp300 ribu per hari.
Salah seorang pedagang, Sari, mengaku pendapatannya saat ini jauh dari harapan. Padahal, setiap bulan ia tetap harus membayar biaya sewa lapak sebesar Rp230 ribu kepada pengelola. Belum termasuk biaya air dan kebutuhan operasional lainnya.
“Pendapatan saya sekarang tidak sampai Rp300 ribu. Kadang hanya Rp200 ribuan. Bahkan, pernah tidak dapat jualan sama sekali dalam sehari,” keluh Sari, Minggu, 31 Mei 2026.
Menurutnya, keberadaan lapak yang pemerintah sediakan, justru belum mampu menarik minat pengunjung untuk berbelanja. Banyak wisatawan yang datang ke Pantai Ampenan lebih memilih duduk atau bersantai di bibir pantai daripada makan dan minum di area lapak.
“Pengunjung lebih suka ngelesah di pantai sambil menikmati pemandangan. Jadi mereka jarang masuk ke lapak untuk membeli makanan atau minuman,” ujarnya.
Sari berharap, pemerintah dapat mengevaluasi penataan kawasan dan keberadaan lapak. Tujuannya, agar lebih sesuai dengan kebiasaan pengunjung. Dengan begitu, para pedagang dapat merasakan manfaat dari fasilitas yang telah pemerintah sediakan.
Lakukan Evaluasi
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Cahya Samudra, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi para pedagang. Pihaknya juga akan melakukan evaluasi terhadap pengelolaan kawasan Pantai Ampenan.
“Kami akan menindaklanjuti keluhan dari pedagang dan melakukan evaluasi. Tujuannya, agar fasilitas yang ada dapat memberikan dampak positif bagi pelaku usaha maupun pengunjung,” kata Cahya.
Sebelumnya, fasilitas lapak di kawasan Pantai Ampenan dikelola di bawah koordinasi Dinas Pariwisata Kota Mataram bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan satgas setempat.
Fasilitas tersebut terdiri atas 32 unit lapak untuk pedagang makanan ringan dan 18 unit lapak untuk pedagang makanan berat atau kuliner laut (seafood).
Para pedagang berharap, pemerintah bisa segera melakukan evaluasi tersebut. Hal ini agar keberadaan lapak tidak hanya menjadi fasilitas penunjang wisata, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan pelaku usaha kecil yang menggantungkan hidupnya dari aktivitas di kawasan Pantai Ampenan. (*)




