AdvertorialPemerintahan

BKKBN Uji Publik Strategi Komunikasi KBKR 2026 di NTB, Libatkan Lintas Sektor

Mataram (NTBSatu) – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) menggelar uji publik Strategi Komunikasi Program Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) Tahun 2026 di NTB.

Kegiatan yang berlangsung pada 4–6 November 2026 ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari penyuluh keluarga berencana, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga organisasi dan instansi terkait.

Sejumlah pihak turut berpartisipasi, yakni Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), OPD KB Kabupaten Lombok Barat, Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), serta Tim Pendamping Keluarga (TPK).

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi NTB, Lalu Makripuddin mengatakan, keterlibatan berbagai unsur tersebut berperan penting dalam menyempurnakan strategi komunikasi program KBKR Tahun 2026.

Ia meminta seluruh peserta mengikuti setiap tahapan kegiatan secara serius, aktif berdiskusi, serta menyampaikan masukan berdasarkan pengalaman dan kondisi nyata yang mereka temukan selama mendampingi masyarakat.

“Strategi komunikasi harus mempertimbangkan karakteristik wilayah dan kebutuhan masyarakat, agar setiap kelompok sasaran dapat memahami informasi program KBKR secara tepat,” ujarnya, Senin, 5 November 2026.

Pemetaan Kelompok Masyarakat

Sementara itu, konsultan dari SOBAT NTB, Ida Wahyudah menjelaskan, awal dari penyusunan strategi komunikasi memerlukan pemetaan kelompok masyarakat yang menjadi sasaran penerima informasi.

“Pelibatan semua ekosistem dalam siklus kehidupan menjadi bagian yang sangat penting, karena semua orang berhak mendapatkan informasi dengan benar,” ungkap Ida.

Ia menjelaskan, setiap kelompok masyarakat memiliki kebutuhan informasi berbeda. Karena itu, penyusun strategi perlu menyesuaikan pesan, pendekatan, dan media komunikasi dengan karakteristik masing-masing kelompok.

Menurutnya, pemetaan kelompok sasaran membantu pelaksana program menyampaikan informasi secara tepat sekaligus membangun pemahaman masyarakat mengenai keluarga berencana dan kesehatan reproduksi.

Melalui uji publik ini, BKKBN mengharapkan berbagai masukan dari tenaga lapangan, unsur kesehatan, organisasi masyarakat, tokoh agama, hingga pendamping keluarga dapat menyempurnakan strategi komunikasi KBKR Tahun 2026.

Strategi tersebut diharapkan mampu menjawab persoalan dan kebutuhan masyarakat di daerah, sehingga komunikasi program tidak sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga membangun pemahaman kelompok sasaran. (*)

Artikel Terkait