Lombok Timur

8 Tahun Tak Tersentuh Bantuan, SDN 1 Jerowaru Rusak Parah Sejak Gempa 2018

Lombok Timur (NTBSatu) – Kondisi bangunan di SDN 1 Jerowaru, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur memprihatinkan. Sejumlah ruang kelas rusak parah dengan atap jebol sehingga ruang belajar terpaksa pindah ke ruang lain demi keselamatan.

Kepala Sekolah SDN 1 Jerowaru, H. Muhyi mengatakan, kerusakan paling parah terjadi pada ruang kelas 1 dan 2. Selain itu, ruangan guru yang berada di tengah bangunan juga mengalami kerusakan cukup serius.

“Kelas satu, kemudian tengahnya kebetulan ruang guru. Kemudian ruang kelas dua, itu yang terparah,” ujarnya pada NTBSatu, Jumat, 29 Mei 2026.

IKLAN

Sejak gempa 2018, bangunan tersebut tidak pernah tersentuh sehingga memperparah kondisinya saat ini.

Ia menyebut, kerusakan bangunan semakin parah setelah hujan deras melanda wilayah Lombok Timur  beberapa waktu lalu.

“Itu yang memicu atapnya dan bagian-bagian yang ada di atas semakin jatuh,” ujarnya.

IKLAN

Akibat kondisi itu, sekolah terpaksa mengungsikan sebanyak 27 siswa dari satu kelas ke ruangan lain. Misalnya, di perpustakaan dan ruang kelas 6 yang kebetulan kosong setelah mereka tidak lagi aktif belajar.

Muhyi mengungkapkan, kondisi sekolah tersebut sudah lama diajukan untuk mendapat bantuan perbaikan. Namun hingga kini, bangunan yang rusak belum juga tersentuh rehabilitasi pemerintah.

“SDN 1 Jerowaru ini sudah dua kali dijanjikan mendapat bantuan rehabilitasi melalui aplikasi krisna yang dari pusat. Setelah turun nama SDN 1 yang dapat, ternyata telah berpindah ke sekolah lain,” ujarnya.

Muhyi yang belum lama bertugas di SDN 1 Jerowaru, merasa kaget, sedih, dan khawatir saat melihat kondisi sekolah yang membahayakan guru dan siswa.

“Karena kita belajar di ungsian ya, otomotis tidak bisa 100 persen. Kemudian kegiatan sehari-hari, kami cukup khawatir lah dengan kondisi ini,”

Para guru juga mengaku was-was saat berada di dalam ruangan karena khawatir bangunan sewaktu-waktu roboh.

Pihak sekolah berharap, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur segera turun tangan memperbaiki bangunan sekolah tersebut, agar siswa dan guru dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman. (*)

Artikel Terkait

Back to top button