Kabupaten BimaPemerintahan

Kuota Haji Kabupaten Bima Tahun 2027 Meningkat Jadi 678 Orang

Bima (NTBsatu) – Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapat kuota 678 orang Jemaah Calon Haji (CJH) untuk tahun 2027. Jumlah itu mengalami peningkatan ketimbang tahun 2026.

Kepala Kantor Kementrian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kabupaten Bima, H. Ikhwan Zulkfli mengakui ada peningkatan CJH tahun 2027 untuk Bima.

“Tahun 2026, kami dapat jatah 533 dan tahun 2027 kita dapat sekitar 678 orang. Alhamdulillah, ada peningkatan jumlah CJH kita,” kata H. Ikhwan Zulkfli, Senin 2 November 2026.

Dia merincikan untuk CJH reguler sekitar 580 orang, kemudian prioritas lansia 85 orang dan lunas tunda tahun lalu sekitar 13 orang. Salain itu, untuk CJH cadangan sekitar 510 orang.

“Kalau yang lunas tunda ini sudah pasti berangkat. Sementara yang lainnya masih ada tahapan yang harus mereka lewati terlebih dahulu,” tambah Ikhwan Zulkfli.

Kata Ikhwan, CJH yang sudah keluar namanya masih menjalani berbagai tahapan penting. Tahapan itu yang menentukan mereka bisa berangkat atau tidak. Seperti proses pemeriksaan kesehatan (Istitha’ah Kesehatan).

CJH harus mendatangi Puskesmas atau Rumah Sakit yang ditunjuk untuk menjalani pemeriksaan medis menyeluruh.

“Istitha’ah kesehatan wajib, karena ini menjadi syarat mutlak untuk bisa melunasi dan berangkat,” terangnya.

Selanjutnya, CJH wajib melakukan pelunasan biaya haji di bank, setelah status istitha’ah kesehatan keluar dan memenuhi syarat oleh Dinas Kesehatan/ Kementerian Kesehatan.

“Untuk sekarang segitu jumlahnya. Nanti akan kita lihat setelah semua proses selesai,” ungkapnya.

Saat ini proses pembangunan kantor baru Kementrian Haji dan Umroh Kabupaten Bima tengah berlangsung.

Ikhwan Zulkfli pun berharap pembangunan itu akan tuntas pada tahun 2027. Hadirnya kantor sendiri akan mempermudah pelayanan terhadap masyarakat. Terutama kepada warga yang mendaftar haji dan lainnya.

“InsyaAllah tahun depan akan tuntas. Semoga cepat,” harapnya.

Sekadar informasi, Kementrian Haji dan Umroh Kabupaten Bima masih satu atap dengan Kementerian Agama. (MSR)

Artikel Terkait