Lewat Desa Berdaya, Telaga Bertong Bangun Toilet dan Berugak Pantai
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Pemerintah Kelurahan Telaga Bertong Kecamatan Taliwang memanfaatkan Bantuan Keuangan Khusus Desa Berdaya guna menata kawasan pesisir. Penataan sarana pariwisata terbukti mampu menggerakkan roda perekonomian para pelaku UMKM setempat.
Penataan kawasan menyasar dua lokasi wisata unggulan daerah, yakni Pantai Balad serta Pantai Poto Batu. Oleh karena itu, pengerjaan fisik terfokus pada penyediaan berugak tempat usaha serta pembangunan sarana kebersihan penunjang.
Lurah Telaga Bertong, Amiruddin menjelaskan, penataan pesisir mengacu pada proposal yang memperoleh persetujuan Dinas Pariwisata Provinsi NTB. Maka dari itu, kehadiran sarana baru ini makin mempercantik estetika kawasan pantai.
“Kami membangun fasilitas berugak tempat usaha bagi UMKM yang beraktivitas pada sekitar kawasan pantai, serta toilet untuk kenyamanan wisatawan” kata Lurah Telaga Bertong, Amiruddin, kepada NTBSatu, Minggu, 1 November 2026.
Amiruddin menegaskan, pengerjaan fasilitas berugak pedagang telah selesai secara keseluruhan. Namun demikian, kelurahan terus merampungkan pembangunan fasilitas MCK agar kenyamanan para pengunjung pantai makin optimal.
Pemerintah kelurahan melibatkan konsultan perencana guna memastikan kualitas fisik bangunan sesuai standar. Oleh sebab itu, ketersediaan sarana pariwisata ini memperkuat daya tarik wisata bahari KSB.
“Pembangunan sarana wisata pesisir meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus membuka peluang usaha bagi warga,” ujar Amiruddin.
Penyaluran BKK Desa Berdaya Pemprov NTB
Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB terus melanjutkan program Desa Berdaya yang menyasar 257 desa dan kelurahan hingga akhir tahun 2026. Langkah ini diambil, guna mempercepat pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Bappeda NTB, Baiq Nelly Yuniarti, menjelaskan bahwa sasaran terdiri atas 224 desa serta 33 kelurahan se-NTB. Di samping itu, pengembangan pariwisata menjadi salah satu tema utama pengarahan Desa Berdaya.
“Desa Berdaya Tematik mengarahkan pemerintah desa mengembangkan potensi lokal melalui tema ketahanan pangan, pariwisata, serta kelestarian lingkungan,” kata Kepala Bappeda NTB, Baiq Nelly Yuniarti.
Nelly menerangkan, Pemprov NTB menyalurkan Bantuan Keuangan Khusus sebesar Rp300 juta hingga Rp500 juta bagi wilayah penerima manfaat. Di samping itu, skema transformatif memberikan bantuan modal serta peralatan bagi keluarga sasaran.
“Kami berikan modal peralatan usaha kemudian kami dampingi, karena tidak semua orang berbakat berbisnis langsung sukses,” jelas Nelly.
Realisasi Anggaran dan Penguatan Ekonomi Desa
Selanjutnya, Bappeda NTB mengimbau seluruh pemerintah desa dan kelurahan agar segera menyelesaikan realisasi program sesuai proposal bisnis. Sebab, percepatan penyerapan anggaran membuat manfaat penataan sarana pariwisata segera warga rasakan.
“Segera membelanjakan dan memproduksi apa yang memang sudah masuk di dalam rencana bisnis proposal,” tegas Nelly.
Penataan Pantai Poto Batu menjadi contoh nyata pemanfaatan dana BKK provinsi untuk memperkuat ekonomi berbasis komunitas. Sinergi antarlembaga mewujudkan kawasan pesisir KSB yang bersih, indah, serta berdaya saing.
“Pembangunan sarana penunjang pariwisata menciptakan lingkungan pantai yang rapi dan menyejahterakan masyarakat,” pungkas Amiruddin. (*)




