Museum Permanen Desa Adat Sade Ditargetkan Rampung Desember 2026
Mataram (NTBSatu) – Pemprov NTB menargetkan pembangunan gedung museum permanen di Desa Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, rampung pada Desember 2026.
Kepala Museum Negeri NTB, Dr. Ahmad Nuralam menyatakan, pihak pengelola sebelumnya sempat mengoperasikan museum sementara selama tiga hingga empat hari untuk menyambut gelaran internasional MotoGP Mandalika 2026.
“Proses sekarang terkait museum Sade, kami menunggu selesainya pembangunan museum permanennya. Setelah pembangunan museum permanen, maka kami akan melakukan loading kembali,” ujarnya, kemarin.
Ia menambahkan, gedung museum permanen tersebut berdiri di atas lahan berukuran 6 x 10 meter. Pihaknya menilai ukuran tersebut memadai untuk menampung serta memamerkan sekitar 50 koleksi benda bersejarah dan budaya masyarakat Desa Adat Sade kepada wisatawan maupun masyarakat umum.
Ia menyatakan, Museum Negeri NTB akan mengeksekusi penataan ulang dan pengerjaan display artefak secara menyeluruh begitu konstruksi fisik gedung selesai sepenuhnya.
Pemerintah kini memprioritaskan percepatan pembangunan fisik. Tujuannya, agar target penyelesaian pada akhir tahun ini tidak meleset.
“Kita akan memamerkan kembali yang kemarin dengan display yang bagus. Semoga bulan Desember ini pembangunan sudah selesai. Kita tak bisa mendisplay kalau museum permanennya belum tersedia,” jelas Nuralam.
Nuralam menyampaikan, Museum Negeri NTB akan menyerahkan langsung tata kelola museum permanen ini kepada masyarakat lokal Desa Adat Sade.
Pihaknya menjalin kerja sama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk membahas mekanisme pengelolaan ke depan.
Ia menegaskan, skema ini bertujuan memastikan warga setempat merasakan langsung dampak ekonomi dan edukasi budaya. Selain memperkaya pengalaman wisatawan, pemerintah memproyeksikan museum ini menjadi pusat edukasi dan pelestarian budaya Sasak yang mandiri.
Anggaran Rp36 Miliar
Sebelumnya, pembangunan museum permanen ini berjalan seiring dengan rekonstruksi kawasan Desa Adat Sade pascakebakaran hebat pada 22 Agustus 2026 malam.
Musibah kebakaran tersebut melalap 167 bangunan hingga rata dengan tanah serta berdampak pada 120 Kepala Keluarga (KK) atau 320 jiwa.
Adapun rincian 167 bangunan yang ludes terbakar mencakup 75 unit rumah adat, 69 unit lapak seni (artshop), 8 unit lumbung alang, 6 unit Berugak Sekepat, dan 4 unit Berugak Sekenam Besar.
Selain itu, api juga merusak masing-masing 1 unit fasilitas umum dan adat seperti masjid, bale beleq, toilet umum untuk wisatawan, gerbang desa adat, serta pelonggo.
Ketua Satgas Rekonstruksi Desa Adat Sade sekaligus Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB, Lalu Moh. Faozal, menjelaskan bahwa pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp36 miliar untuk merenovasi kawasan ikon pariwisata NTB tersebut.
“Nah alokasi puluhan miliar rupiah tersebut mencakup rekonstruksi bangunan adat secara menyeluruh, perbaikan fasilitas sanitasi, drainase, hingga penyediaan sistem pencegahan kebakaran sesuai masterplan,” ujar Faozal pada Jumat, 16 Oktober 2026.
Pemprov NTB menargetkan seluruh proses rekonstruksi selesai pada Desember 2026. Saat ini, Pemprov NTB sedang mengintensifkan koordinasi lintas sektor dan menghitung ulang anggaran guna mencegah tumpang tindih (overlap) antara alokasi belanja pemerintah, donasi publik, dan swadaya masyarakat. (*)




