Lombok TimurPolitik

Pendaftaran Ditutup, 17 Balon Kades Sembalun Masuk Verifikasi

Lombok Timur (NTBSatu) – Sebanyak 17 Bakal Calon (Balon) kepala desa di Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, mendaftar untuk mengikuti Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada 27 Januari 2027 mendatang. Mereka berasal dari enam desa yang mengikuti pesta demokrasi tingkat desa tersebut.

Camat Sembalun, Suherman mengatakan, jumlah pendaftar mencapai 17 orang hingga penutupan pendaftaran pada Selasa, 27 Oktober 2026. Seluruh bakal calon kini memasuki tahapan pemeriksaan persyaratan administrasi.

“Enam desa di Kecamatan Sembalun mengikuti Pilkades serentak. Hingga penutupan pendaftaran, total ada 17 bakal calon yang siap mengikuti tahapan berikutnya,” ujarnya, Rabu, 28 Oktober 2026.

Desa Bilok Petung mencatat jumlah pendaftar terbanyak dengan lima orang. Berikutnya, Desa Sembalun Bumbung memiliki empat bakal calon.

Sementara itu, Desa Sembalun Lawang, Sembalun Timba Gading, Sembalun, dan Sajang masing-masing memiliki dua pendaftar.

Setelah masa pendaftaran berakhir, panitia melanjutkan tahapan dengan memeriksa berkas pencalonan pada 28 Oktober hingga 5 November 2026.

Panitia kemudian mengklarifikasi kelengkapan persyaratan administrasi pada 6–16 November 2026, termasuk membuka masa sanggah jika menemukan kekeliruan dokumen.

“Setelah pemeriksaan dan klarifikasi administrasi, tahapan berikutnya ialah mengumumkan hasil penelitian persyaratan bakal calon,” kata  Suherman.

Jaga Kondusivitas Sembalun

Selain mengawal tahapan Pilkades, pihak kecamatan juga menyiapkan pakta integritas bagi seluruh calon kepala desa.

“Pakta integritas ini untuk membangun komitmen bersama agar keamanan dan ketertiban selama proses Pilkades tetap terjaga,” ujarnya.

Suherman menegaskan, komitmen tersebut tidak hanya menyangkut kelancaran Pilkades.

Para calon juga perlu memiliki visi bersama untuk mendorong pembangunan Sembalun sebagai satu kawasan pariwisata.

Menurutnya, pembangunan Sembalun perlu berjalan secara menyeluruh dan tidak hanya berpusat pada desa tertentu. Karena itu, seluruh calon kepala desa diharapkan memahami pentingnya kolaborasi antardesa.

“Pembangunan Sembalun harus berjalan secara utuh sebagai satu kawasan. Kami berharap setiap desa bisa berkembang bersama, bukan hanya membangun wilayahnya sendiri,” katanya.

Suherman juga mengajak masyarakat menjaga persatuan selama tahapan Pilkades berlangsung.

Menurutnya, perbedaan pilihan merupakan bagian wajar dari proses demokrasi, tetapi masyarakat harus mencegah perpecahan dan gesekan antarkelompok.

Ia berharap, seluruh tahapan Pilkades berjalan aman dan damai. Dengan begitu, aktivitas pariwisata dan pertanian yang menjadi penopang ekonomi masyarakat Sembalun tetap berjalan beriringan. (*)

Muhammad Yamin

Jurnalis NTBSatu

Artikel Terkait