Lombok Tengah

Hadir di Ponpes NU Al-Manshuriyah Bonder, KH. Said Aqil Siroj Disambut Ribuan Jemaah

Mataram (NTBSatu) – Mantan Ketua Umum PBNU, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A., menghadiri peringatan Haul Masyayikh dan Harlah ke-66 Pondok Pesantren NU Al-Manshuriyah Ta’limusshibyan di Desa Bonder, Kabupaten Lombok Tengah, NTB pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Ribuan jemaah, santri, jajaran pejabat pemerintah, serta tokoh agama lintas organisasi yang memadati area pesantren untuk menyambut kedatangannya. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan pesan terkait eksistensi manusia di alam semesta.

“Manusia adalah makhluk satu-satunya yang dipercaya oleh Allah SWT sebagai khalifah di bumi. Mereka bertugas mengelola alam semesta,” ujarnya pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Di sisi lain, kehadiran ribuan jemaah serta para pemangku kepentingan dalam acara akbar ini membuktikan eksistensi Pondok Pesantren NU Al-Manshuriyah Ta’limusshibyan Bonder tetap kokoh, sangat diperhitungkan, dan dicintai oleh masyarakat luas.

Dalam suasana yang khidmat, kehadiran pengasuh pesantren tersebut mencairkan suasana lewat gaya komunikasi bernas yang memadukan kedalaman ilmu keislaman dengan realitas sosial kemasyarakatan.

Urgensi Ilmu Pengetahuan

Dalam ceramah utamanya, KH. Said Aqil memaparkan manusia membutuhkan kecerdasan intelegensi (al-quwwatun natiqah) untuk menjalankan mandat kepemimpinan di muka bumi.

Ia menguraikan peradaban Islam yang terbangun melalui ijtihad panjang para ulama terdahulu. Mulai dari kodifikasi Al-Qur’an, peletakan tanda baca, hingga penyusunan kaidah ilmu tajwid, nahwu, musthalah hadis, dan ushul fikih.

“Kalau kita ingin benar dalam beragama, dalam membangun, dan dalam bertindak, kita harus menguasai ilmu pengetahuan,” tegasnya.

Ia juga mendorong pimpinan dan pengasuh pesantren agar tidak hanya mengejar kuantitas santri, melainkan fokus pada mutu penguasaan kitab kuning secara mendalam. Menurutnya, keahlian ilmu agama yang kuat akan selalu menjadi kebutuhan utama masyarakat di tengah arus perubahan zaman.

Dorongan Kemandirian

Selain penguasaan ilmu, KH. Said Aqil juga membakar semangat para santri dan generasi muda Nahdliyin agar memiliki mental pemenang. Ia menekankan umat Islam harus senantiasa berada di posisi yang unggul, baik secara intelektual maupun perekonomian.

“Menjadi pintar hukumnya wajib dan menjadi bodoh itu dosa. Menjadi kaya itu wajib, menjadi melarat itu dosa,” tegasnya.

Pernyataan tersebut ia sampaikan untuk memantik etos kerja, semangat kemandirian ekonomi, serta daya saing umat. Selain itu, tujuan kalimat ini agar santri mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah tanpa bergantung pada pihak lain.

Rangkaian acara kemudian berlanjut dengan peresmian produk air mineral lokal Atkia. Selanjutnya, acara berakhir dengan doa bersama yang dipimpin oleh para ulama sepuh setempat.

Tanggapan Pengurus Yayasan

Di samping itu, Wakil Ketua Yayasan Ponpes NU Al-Manshuriyah Ta’limusshibyan, Muhammad Iqbal Mansury Lc, D.E.S.A., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas kehadiran KH. Said Aqil Siroj.

Ia menilai kehadiran tokoh nasional tersebut sangat berarti karena memiliki ikatan emosional dan historis yang kuat dengan pendiri Ponpes. Iqbal menegaskan komitmennya untuk meneruskan visi besar dalam mengembangkan satuan pendidikan formal mulai dari tingkat dasar hingga Universitas. Termasuk serta memperkuat perekonomian umat melalui Bank Wakaf Mikro (BWM) Atkia.

Terkait pesan langsung dari KH. Said Aqil, Iqbal menegaskan mantan Ketua PBNU tersebut menegaskan agar Ponpes terus menjadi pusat sumber keilmuan yang melahirkan generasi sukses.

“Beliau minta agar pondok pesantren NU Al-Mansuriyah menjadi mamba’ul ‘ulum, menjadi sumber keilmuan, sumber ilmu agama, atau sumber ajaran Islam Ahlus Sunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. Sehingga harapannya seluruh para santrinya tentu terus mengembangkan Islam, mengembangkan Islam ajaran Islam rahmatan lil ‘alamin, ajaran Islam Ahlus Sunnah wal Jamaah. Ia juga minta santrinya terus menjadi orang yang sukses di bidangnya masing-masing,” ujarnya kepada NTBSatu pada Kamis, 22 Oktober 2026. (*)

Artikel Terkait