Lombok BaratPeristiwa

Damkarmat Lobar Catat 51 Kebakaran Sejak Awal Oktober

Lombok Barat (NTBSatu) – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lombok Barat (Lobar) mencatat 51 kejadian kebakaran hingga Rabu, 14 Oktober 2026. Angka tersebut menjadi bagian dari total 226 kejadian kebakaran yang Damkarmat tangani sepanjang tahun ini.

Data tersebut menunjukkan beban penanganan kebakaran masih menjadi tantangan bagi Damkarmat Lobar. Dalam dua pekan pertama Oktober saja, petugas telah menangani puluhan kejadian.

Kepala Dinas Damkarmat Lobar, Suherman menyebut, jumlah kebakaran yang mereka tangani sejak awal Oktober adalah 51 kejadian.

“Di bulan Oktober, sampai dengan tanggal 14 hari ini sudah 51 kejadian kebakaran,” ujar Suherman kepada NTBSatu, Rabu, 14 Oktober 2026.

Besarnya jumlah kejadian juga menuntut kesiapan personel dan armada dalam merespons laporan masyarakat. Terlebih, petugas Damkarmat harus menjaga kesiagaan sepanjang waktu untuk menangani kondisi darurat.

Personel Siaga 24 Jam

Suherman menjelaskan, personel di markas utama Damkarmat di Gerung bekerja dengan sistem piket selama 24 jam. Dalam satu giliran, sebanyak 17 orang bersiaga di markas utama.

Sementara itu, Unit Pelaksana Teknis (UPT) menyiagakan tujuh personel setiap 24 jam. Damkarmat membagi petugas ke dalam tiga regu untuk mengatur jadwal kerja dan waktu istirahat.

Melalui sistem tersebut, petugas menjalani piket selama 24 jam, kemudian mendapat waktu istirahat dua hari. Pengaturan ini menyesuaikan kebutuhan operasional dan jumlah armada yang tersedia.

“Jadi di masing-masing Mabes dan UPT itu ada tiga regu. Jadi untuk istirahat dua hari itu, kita atur yang tiga regu itu,” jelasnya.

Namun, peningkatan jumlah kejadian kebakaran turut menambah beban kerja petugas. Damkarmat pun berupaya mengusulkan penambahan dukungan operasional bagi personel yang menghadapi risiko saat bertugas.

Suherman mengatakan, besaran dukungan operasional berbeda sesuai tanggung jawab masing-masing petugas. Sopir, komandan regu, wakil komandan regu, dan anggota menerima besaran yang berbeda.

“Kalau melihat beban yang semakin besar, kita akan berupaya untuk melakukan penambahan itu,” ujar Suherman dalam wawancara sebelumnya.

Catatan 51 kebakaran dalam 14 hari pertama Oktober menjadi gambaran beban penanganan yang harus dihadapi Damkarmat Lobar. Meski demikian, jumlah kejadian saja belum cukup untuk menjelaskan apakah risiko kebakaran meningkat dibandingkan periode sebelumnya.

Dengan total 226 kejadian sepanjang tahun dan 51 kejadian hingga pertengahan Oktober, Damkarmat Lobar menghadapi tuntutan penanganan yang berkelanjutan.

Selain memperkuat respons, pemerintah juga perlu mendorong pencegahan agar masyarakat tidak hanya bergantung pada pemadaman setelah kebakaran terjadi. (*)

Khazani Darunnafis

Khazani atau Zani adalah Jurnalis NTBSatu yang fokus menulis di isu Daerah Lombok Barat, Politik, Kebencanaan dan Human Interest. Ia merupakan lulusan Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Mataram dengan Konsentrasi Jurnalistik.

Artikel Terkait