Dukung Pemagangan ke Jepang, Bank NTB Syariah Siapkan KUR Rp10 Miliar
Mataram (NTBSatu) – Bank NTB Syariah menyiapkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah sebesar Rp10 miliar untuk membantu Pekerja Migran Indonesia (PMI), calon PMI, dan peserta pemagangan luar negeri, khususnya Jepang.
Program ini membuka peluang bagi generasi muda Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mengakses pembiayaan keberangkatan sesuai ketentuan pemerintah.
Bank NTB Syariah menjalankan program tersebut melalui kerja sama dengan PT Lombok Global Edukasi. Kedua pihak menandatangani perjanjian kerja sama di Gedung Bank NTB Syariah, Selasa, 13 Oktober 2026.
Direktur Pembiayaan Bank NTB Syariah, Agus Suhendro, mengatakan fasilitas KUR tersebut tidak hanya menyasar pekerja migran, tetapi juga calon PMI dan peserta pemagangan melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) maupun perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI) yang memenuhi persyaratan.
“Bank NTB Syariah membuka kesempatan seluas-luasnya kepada calon PMI maupun peserta magang melalui lembaga yang memenuhi persyaratan untuk mendapatkan fasilitas pembiayaan KUR ini,” ujarnya.
Agus menjelaskan, penyaluran pembiayaan tetap mengutamakan verifikasi calon penerima dan mitigasi risiko. Bank menggandeng lembaga pelatihan dan mitra terkait untuk memeriksa kelayakan serta kesiapan peserta mengikuti program magang atau penempatan kerja.
Ia mengakui penyerapan pembiayaan pada tahap awal masih relatif rendah karena program tersebut baru berjalan. Namun, Bank NTB Syariah menargetkan peningkatan penyaluran KUR melalui perluasan kerja sama dan sosialisasi fasilitas pembiayaan bagi calon pekerja migran.
Disnakertrans NTB Dorong Kesiapan Calon Peserta Magang
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, Aidy Furqan, yang hadir mewakili Gubernur NTB, menyambut baik kolaborasi Bank NTB Syariah dan PT Lombok Global Edukasi. Ia menilai dukungan pembiayaan menjadi salah satu faktor penting untuk memperluas akses generasi muda terhadap peluang kerja internasional.
“Kami menilai dukungan pembiayaan menjadi salah satu faktor penting dalam mempersiapkan generasi muda NTB agar dapat mengikuti program pemagangan maupun bekerja di luar negeri. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, sektor perbankan, dan lembaga pelatihan kerja perlu terus diperkuat agar masyarakat memperoleh akses informasi, pelatihan, serta pembiayaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Aidy juga mendorong sosialisasi program secara lebih luas. Agar masyarakat memahami persyaratan, mekanisme pengajuan, dan tahapan persiapan sebelum mengikuti pemagangan atau penempatan kerja ke luar negeri.
Menurutnya, calon peserta perlu menguasai bahasa asing, memiliki keterampilan kerja, dan menjaga kedisiplinan. Selain itu, harus beradaptasi dengan budaya dan lingkungan kerja negara tujuan. Persiapan tersebut penting agar peserta mampu memanfaatkan pengalaman internasional untuk mengembangkan kompetensi dan meningkatkan kesejahteraan.
Sementara itu, Direktur PT Lombok Global Edukasi, I Putu Darma Bakti menilai, fasilitas KUR Syariah dapat membantu calon peserta yang menghadapi keterbatasan biaya keberangkatan ke Jepang.
Ia menyebut lebih dari 50 calon peserta telah menandatangani kontrak dengan perusahaan di Jepang. Meski demikian, sebagian peserta mampu membiayai keberangkatan secara mandiri sehingga tidak seluruhnya membutuhkan fasilitas pembiayaan.
Darma berharap kerja sama tersebut dapat memperluas kesempatan bagi calon peserta yang memenuhi persyaratan, terutama mereka yang memiliki keterbatasan finansial.
“Kami berharap setelah kembali dari Jepang, para peserta dapat membangun NTB dan memberikan kontribusi bagi daerah,” ujarnya.
Bank NTB Syariah dan Lombok Global Edukasi memperluas akses pembiayaan bagi pemuda NTB untuk mengikuti pemagangan secara aman dan terencana.
Program ini membantu biaya keberangkatan sekaligus mendorong peserta membawa keterampilan, pengalaman kerja, dan pengetahuan baru untuk memajukan NTB. (*)




