Lombok Utara

Delapan Hari Tanpa Jejak, Pencarian WNA Korsel di Gili Trawangan Ditutup

Lombok Utara (NTBSatu) – Delapan hari pencarian belum mengungkap keberadaan Cheon Yuri (31 Tahun), warga negara Korea Selatan yang hilang saat snorkeling di Gili Trawangan. Tim SAR resmi menutup operasi pencarian pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Humas Kantor SAR Mataram, I Gusti Lanang Wiswananda menyebut, penutupan operasi mengakhiri pencarian intensif sejak Selasa, 6 Oktober 2026. Tim SAR sebelumnya memperpanjang masa pencarian selama satu hari sebelum mengambil keputusan tersebut.

“Kami sudah perpanjang pencarian selama satu hari, dan di hari ke delapan kami putuskan untuk tutup operasi,” ujarnya kepada NTBSatu, Rabu, 14 Oktober 2026.

Sebelumnya, pada pencarian hari keenam, keluarga korban dan perwakilan Konsulat Korea Selatan turut mendampingi operasi.

Selama pencarian, tim mengerahkan kapal KN SAR 220 Mataram, Rigid Buoyancy Boat (RBB), Rigid Inflatable Boat (RIB), dan Sea Rider. Petugas juga menggunakan drone thermal dan melakukan penyelaman di sekitar lokasi kejadian.

Tim memperluas area penyisiran hingga perairan Gili Meno, Gili Air, Sekotong, Selat Lombok, dan Bali. Namun, seluruh upaya tersebut belum menghasilkan petunjuk mengenai keberadaan korban.

Kronologi Hilangnya Cheon Yuri

Cheon Yuri dilaporkan hilang setelah berpisah dari rekan-rekannya saat snorkeling. Ia memasuki perairan Gili Trawangan sekitar pukul 12.30 Wita untuk mencari penyu.

Lokasi kejadian berada di depan sebuah restoran di Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Seorang saksi sempat melihat korban berenang dan mengapung dengan baik.

Sekitar pukul 14.00 Wita, rekan-rekannya kembali ke daratan. Namun, Yuri tidak ikut kembali sehingga mereka mencari keberadaannya bersama warga setempat.

Pencarian awal tidak membuahkan hasil. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada aparat hingga informasi mereka teruskan kepada Kantor SAR Mataram.

Tim SAR langsung mengerahkan personel dari Unit Siaga SAR Bangsal. Pada hari kedua, petugas memperluas pencarian ke bawah permukaan air dan menambah armada.

Tim melakukan penyelaman di sekitar titik terakhir korban terlihat. Namun, upaya tersebut juga belum menemukan korban.

Kantor SAR Mataram menutup operasi setelah mengevaluasi hasil pencarian dan berkoordinasi dengan unsur terkait serta keluarga korban. Keputusan itu mereka ambil melalui kesepakatan bersama.

Meski operasi utama berakhir, tim SAR masih membuka kemungkinan pencarian kembali. Operasi dapat SAR lanjutkan apabila muncul petunjuk atau tanda baru mengenai keberadaan korban.

“Masih kita bisa buka kalau semisal ada petunjuk baru,” jelas Lanang. (*)

Khazani Darunnafis

Khazani atau Zani adalah Jurnalis NTBSatu yang fokus menulis di isu Daerah Lombok Barat, Politik, Kebencanaan dan Human Interest. Ia merupakan lulusan Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Mataram dengan Konsentrasi Jurnalistik.

Artikel Terkait