Lombok TimurPemerintahan

Pemkab Lombok Timur Anggarkan Rp5,6 Miliar untuk Perbaikan Jalan Rumbuk-Padamara

Lombok Timur (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur mengalokasikan anggaran Rp5,6 miliar untuk memperbaiki Jalan Rumbuk–Padamara melalui APBD Perubahan 2026. Pengerjaan jalan tersebut direncanakan mulai November dan rampung pada akhir Desember 2026.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Lombok Timur, Ahmad Amrullah mengatakan, pihak terkait kini menyiapkan dokumen lelang sebelum memulai pekerjaan fisik.

“Sekarang tahapannya masih menyiapkan dokumen lelang. Kami berharap prosesnya berjalan lancar sehingga pengerjaan bisa dimulai November dan selesai pada akhir Desember nanti,” kata Amrullah, Rabu, 14 Oktober 2026.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Lombok Timur itu menjelaskan, anggaran tersebut menindaklanjuti keluhan masyarakat mengenai kondisi jalan yang sudah berlangsung cukup lama.

Ia menyebut, warga telah berulang kali menyampaikan aspirasi agar pemerintah memperbaiki akses tersebut.

Amrullah mengatakan, pihaknya mendorong agar kebutuhan masyarakat itu masuk dalam prioritas penganggaran daerah. Upaya tersebut akhirnya mendapat alokasi melalui APBD Perubahan 2026.

“Keluhan warga mengenai jalan ini sudah lama kami dengar. Karena itu, kami terus mendorong agar pemerintah memberi perhatian melalui kebijakan anggaran. Tahun ini, perbaikan Jalan Rumbuk–Padamara mendapat anggaran Rp5,6 miliar,” ujarnya.

Menurut Amrullah, perbaikan jalan tidak hanya menyangkut kondisi infrastruktur. Akses yang memadai juga berpengaruh terhadap kelancaran mobilitas warga dan kegiatan ekonomi di sekitarnya.

Infrastruktur Pengaruhi Aktivitas Warga

Jalan yang baik memudahkan masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari. Distribusi hasil pertanian dan barang dagangan juga bisa berjalan lebih lancar.

Sebaliknya, jalan rusak dapat memperlambat perjalanan dan menambah biaya transportasi. Kondisi tersebut turut menyulitkan warga yang mengandalkan jalur itu untuk bekerja maupun mengakses pelayanan publik.

“Kalau kondisi jalannya baik, masyarakat lebih mudah beraktivitas. Pengangkutan hasil pertanian dan barang dagangan juga lebih lancar. Jadi, manfaat perbaikan ini bukan hanya soal jalan, tetapi juga mendukung kegiatan ekonomi warga,” jelasnya.

Amrullah juga menyoroti aspek keselamatan pengendara. Ia berharap perbaikan tersebut dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat sekaligus mengurangi risiko kecelakaan akibat kondisi jalan yang rusak.

Ia meminta pelaksana pekerjaan memperhatikan spesifikasi teknis dan mutu pembangunan. Menurutnya, kualitas pekerjaan menjadi hal penting agar jalan dapat digunakan dalam jangka panjang.

“Jangan sampai perbaikan hanya menyelesaikan kerusakan untuk sementara. Jalan ini harus benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat dalam waktu lama,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait