Kekeringan Panjang, Pemkot Bima Gelar Salat Istisqa
Bima (NTBsatu) – Kekeringan panjang yang melanda wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) memberikan dampak serius terhadap aktivitas masyarakat.
Mulai dari kekurangan air bersih, rawan kebakaran hingga berdampak pada sektor pertanian.
Melihat fenomena yang cukup parah akhir-akhir ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bima melakukan Salat Istisqa atau salat memohon hujan.
Pelaksanaannya di halaman Kantor Wali Kota Bima, pada Rabu, 14 Oktober 2026, pagi. Salat ini sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Kota Bima, Dr. Muhammad Hasyim membenarkan rencana pelaksanaan Salat Istisqa di kantor Pemkot.
“Seluruh pegawai lingkup Pemkot Bima wajib hadir untuk melaksanakan Salat Istisqa secara berjemaah,” ujarnya menegaskan, Selasa 13 Oktober 2026.
Muhammad Hasyim menambahkan, salain para ASN/pegawai, pihaknya juga mengundang Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Umat Islam (FUI), Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), hingga organisasi keagamaan dan majelis taklim.
“Tentunya kami harap masyarakat untuk bersama-sama menjalankan Salat Istisqa ini. Ini bagian dari ikhtiar kita agar mendapatkan rahmat berupa hujan,” kata Hasyim.
Dia menerangkan, Salat Istisqa akan dipimpin oleh TGH. M. Siddik H. Idris, SH, M.Pdi. Dia merupakan pimpinan Pondok Pesantren As-Siddiqiyah sekaligus Imam Besar Masjid Agung Al-Muwahiddin Kota Bima.
Selanjutnya, khotbah akan disampaikan Ustaz H. Adnin, SQ, M.Pd, pimpinan Pondok Pesantren Manarul Qur’an Kolo.
“Kami Dalam mengajak seluruh lapisan masyarakat agar bersama-sama menguatkan kebersamaan
dan meningkatkan doa di tengah kondisi kemarau,” ucap Hasyim.
Sekedar informasi, Salat Istisqa adalah shalat sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) yang dilakukan umat Islam untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan ketika terjadi kemarau panjang atau kekeringan. (MSR)




