Fakta-Fakta Unik dan Menegangkan saat MotoGP Mandalika 2026
Mataram (NTBSatu) – Rangkaian ajang balap MotoGP Mandalika 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, resmi selesai dengan menyisakan berbagai cerita berkesan.
Perhelatan kelas dunia tahun ini tidak sekadar menyuguhkan persaingan sengit di lintasan aspal, tetapi juga hadir beragam momen unik, drama menegangkan, hingga aksi kultural yang mencuri perhatian publik.
Sisi Nyentrik Para Pembalap
Menjelang sesi balapan utama, sejumlah pembalap dunia memanfaatkan waktu luang untuk berinteraksi langsung dengan kearifan lokal masyarakat Lombok. Pembalap Prima Pramac Yamaha, Toprak Razgatlioglu, tertangkap kamera sedang sibuk membeli dan mengisi bensin eceran menggunakan botol di pinggir jalan saat menjelajahi kawasan Kuta Mandalika.
Toprak mengungkapkan kenangan manisnya kembali ke arena tersebut dengan menuliskan, “Saya berada di tempat di mana saya memiliki kenangan terbaik saya 2021”.
Tidak kalah menarik, pembalap Moto2 Dani Muñoz tertangkap kamera sedang santai bermain gitar sambil “ngamen” di jalanan kawasan Kuta Mandalika. Aksi spontan itu langsung merebut perhatian warga dan pengguna jalan yang mengabadikan momen langka tersebut.
Sementara itu, pembalap Moto2 dari tim Liqui Moly Husqvarna Intact GP, Senna Agius, menyoroti aksi unik anak-anak lokal Lombok yang mengendarai sepeda motor trondol.
Agius sempat melontarkan komentar bernada candaan dalam unggahan videonya yang viral dengan kalimat, “Gen Z in Indo is hectic”.
Sisi humanis para rider juga terlihat dari pembalap Moto3 Leopard Racing, Adrián Fernández, yang membagikan swafoto saat merapikan gaya rambutnya di salah satu tempat pangkas rambut lokal.
20 Crash di Hari Pertama
Tantangan berat langsung tersaji sejak hari pertama sesi latihan di Sirkuit Mandalika. Karakteristik lintasan yang menuntut teknik tinggi serta kondisi lintasan yang licin membuat hari pembuka tersebut banyak insiden kecelakaan.
Tercatat ada sekitar 20 kali crash atau insiden jatuh yang para pembalap alami dari berbagai kelas di sepanjang hari pertama penyelenggaraan. Hal ini yang memaksa para marshal dan tim medis bekerja ekstra keras di lapangan.
Insiden Tegang Alex Rins
Akhir pekan balap di Mandalika juga diwarnai insiden panas yang melibatkan pembalap Monster Energy Yamaha, Alex Rins. Ia sempat terlibat adu mulut dan berdebat dengan petugas marshal sirkuit.
Dalam video yang beredar, Rins terlihat sudah duduk boncengan di atas sepeda motor operasional marshal yang membawa Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Karena merasa proses evakuasinya tertahan dan waktunya terbuang, Rins menunjukkan gestur frustrasi di lokasi sebelum akhirnya dijemput oleh petugas lain menggunakan motor berbeda untuk kembali ke area paddock.
Aleix Espargaro Mundur dari Balapan
Sesi akhir pekan di Mandalika memberikan tantangan fisik yang berat bagi pembalap veteran Repsol Honda, Aleix Espargaro. Ia resmi memutuskan untuk mengundurkan diri dari seluruh rangkaian balapan Grand Prix Indonesia di Sirkuit Mandalika.
Pihak MotoGP mengonfirmasi Espargaro mengalami rasa tidak nyaman pada tubuhnya setelah melewati masa rehat dari aktivitas balap. Tingginya tingkat kelembapan udara serta cuaca di kawasan Mandalika memperberat beban fisik para pembalap.
Hal ini membuatnya mengambil langkah mundur demi mencegah risiko cedera yang lebih berat dan menjaga keselamatan jangka panjang sang pembalap.
Marco Bezzecchi juara MotoGP Mandalika 2026
Dari atas lintasan balap, pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, tampil gemilang dan sukses keluar sebagai juara pertama. Ia menunjukkan konsistensi tinggi dalam mengatasi tekanan ketat sepanjang perlombaan.
Tempat kedua berhasil diamankan oleh Raúl Fernández, selanjutnya oleh Jorge Martín yang berdiri di podium ketiga.
Tradisi Unik Warga Lokal
Pemandangan khas yang selalu melekat pada penyelenggaraan MotoGP Mandalika kembali terulang di sekitar kawasan sirkuit. Ratusan warga lokal memanfaatkan kontur bukit-bukit hijau di sekitar area lintasan untuk menonton jalannya balapan secara gratis bersama keluarga.
Aksi penonton memanjat pohon dan menempati dataran tinggi ini menjadi ciri khas kultural tersendiri yang menghiasi kemeriahan ajang balap motor internasional tersebut. (*)




