Lombok TimurPariwisata

Homestay di Kembang Kuning Tumbuh, Kini Tembus 100 Kamar

Lombok Timur (NTBSatu) – Pariwisata di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, terus berkembang. Dari awalnya hanya memiliki sekitar tiga homestay, kini desa tersebut menawarkan lebih dari 100 kamar untuk wisatawan.

Sekretaris Desa Kembang Kuning, Sun’aini mengatakan, perkembangan ini bermula dari inisiatif sejumlah pemuda desa. Mereka sebelumnya bekerja di sektor pariwisata Desa Tetebatu.

Pengalaman tersebut mendorong mereka kembali ke kampung halaman. Mereka kemudian merintis usaha penginapan dengan memanfaatkan peluang pariwisata di desa sendiri.

“Dulu ada sekitar tiga homestay. Teman-teman yang sekarang menjadi pengelola desa wisata ini sebelumnya bekerja di Tetebatu. Mereka melihat hasil kegiatan wisata cukup menjanjikan, lalu pulang dan mulai membangun homestay,” kata Sun’aini, Senin, 12 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, para pemuda mulai merintis usaha tersebut sekitar 2004–2005. Seiring waktu, jumlah penginapan terus bertambah sejalan dengan meningkatnya pendapatan pelaku usaha.

Kemampuan berbahasa Inggris juga menjadi modal untuk menjangkau wisatawan mancanegara. Hingga kini, wisatawan yang berkunjung ke Kembang Kuning berasal dari berbagai negara.

“Macam-macam negara yang menjadi sasaran teman-teman. Kalau wisatawan lokal agak kurang, karena nilai jual yang disasar teman-teman itu dolar,” kata Sun’aini.

Aktivitas Warga Jadi Paket Wisata

Kembang Kuning tidak hanya mengandalkan penginapan. Desa ini juga menawarkan pengalaman wisata yang melibatkan aktivitas sehari-hari masyarakat.

Pelaku wisata mengemas sejumlah kegiatan warga menjadi paket wisata. Di antaranya pengolahan minyak kelapa, pengolahan kopi, hingga aktivitas pertanian di sawah.

Konsep tersebut membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di luar pengelola homestay. Warga dapat terlibat langsung dan memperoleh manfaat dari kegiatan wisata.

“Apapun kegiatan masyarakat yang unik, teman-teman pariwisata berusaha menjadikannya paket wisata. Mulai dari pengolahan minyak kelapa, kopi, sampai kegiatan masyarakat di sawah,” ujarnya.

Sun’aini menilai, pertumbuhan pariwisata turut mendorong peningkatan ekonomi masyarakat. Ia melihat perubahan pada sejumlah pelaku usaha yang mampu memperluas penginapan dan meningkatkan kepemilikan aset.

“Dulu teman-teman punya satu kamar, sekarang bisa punya lima kamar. Dulu punya satu motor, sekarang sudah punya mobil,” katanya.

Selain meningkatkan pendapatan, sektor pariwisata juga membantu mengurangi pengangguran. Sejumlah pemuda kini memiliki aktivitas ekonomi melalui usaha dan kegiatan wisata.

Sun’aini mengatakan, jumlah kunjungan wisatawan juga terus meningkat dari tahun ke tahun. Namun, setiap pelaku wisata memiliki strategi pemasaran masing-masing untuk mendatangkan tamu.

Ke depan, pemerintah desa berencana mendukung pelaku wisata melalui pelatihan. Program ini diharapkan dapat menunjang kegiatan pariwisata di Kembang Kuning.

“Kami mengadakan pelatihan-pelatihan yang sekiranya bisa menunjang kegiatan teman-teman di pariwisata,” kata Sun’aini.

Pemerintah desa berharap, pertumbuhan tersebut terus membuka peluang kerja. Dengan demikian, manfaat ekonomi pariwisata dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Kembang Kuning. (*)

Artikel Terkait