Aleix Espargaro Mundur dari MotoGP Mandalika 2026
Lombok Tengah (NTBSatu) – Pembalap MotoGP, Aleix Espargaro, mengundurkan diri dari seluruh rangkaian balapan Grand Prix (GP) Indonesia di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok, NTB.
Hal ini sesuai informasi langsung yang disampaikan oleh pihak MotoGP. “Aleix Espargaro tidak akan mengambil bagian lebih jauh dalam GP Indonesia,” tulis manajemen MotoGP, mengutip Thread MotoGP pada Minggu, 11 Oktober 2026.
Keputusan tersebut menyusul masalah kondisi fisik yang sang pembalap alami saat mempersiapkan diri menghadapi seri ini. Pihak penyelenggara mengonfirmasi Espargaro mengalami rasa tidak nyaman pada tubuhnya setelah melewati masa rehat dari aktivitas balap.
Tuntutan Fisik Sirkuit Mandalika
Karakteristik Sirkuit Internasional Mandalika menuntut ketahanan fisik prima dari setiap pembalap yang berlaga di atas lintasan. Pihak penyelenggara menjelaskan tantangan fisik sirkuit sepanjang 4,31 kilometer ini menjadi alasan utama Espargaro tidak dapat melanjutkan kompetisi.
“Karena ia mengalami ketidaknyamanan fisik akibat periode ketidakaktifan fisik dan tuntutan fisik yang unik dari Sirkuit Internasional Mandalika,” lanjutnya.
Kondisi cuaca serta tingginya tingkat kelembapan udara di kawasan Mandalika memperberat beban kerja fisik para pembalap. Langkah mundur ini menjadi pilihan paling rasional demi mencegah risiko cedera yang lebih berat dan menjaga keselamatan jangka panjang sang pembalap.
Dampak Bagi Rangkaian Balapan
Keputusan Espargaro untuk menyudahi balapan lebih awal tentu mengubah peta persaingan dan strategi tim pada sisa akhir pekan GP Indonesia.
Tim medis dan pihak penyelenggara terus memantau perkembangan kesehatan pembalap asal Spanyol tersebut sebelum ia memastikan siap atau tidaknya kembali mengaspal pada seri balapan berikutnya.
Tanpa kehadiran Espargaro di grid, persaingan di Sirkuit Mandalika tetap berlanjut dengan ketat. Para pembalap lain kini memfokuskan seluruh konsentrasi mereka untuk menaklukkan setiap tikungan dan menghadapi tantangan cuaca Mandalika hingga menyentuh garis finis. (*)




