BMKG Keluarkan Peringatan Dini Banjir Rob di Pesisir NTB hingga 18 Oktober 2026
Mataram (NTBSatu) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob yang melanda wilayah pesisir NTB.
Fenomena pasang air laut maksimum ini mulai berlaku dari tanggal 10 Oktober 2026 pukul 23.00 Wita hingga 18 Oktober 2026 pukul 04.00 Wita. Kepala Stamet ZAM, Tri Widiarto, S.Si., mengimbau masyarakat di sekitar pesisir untuk lebih waspada.
“Masyarakat di sekitar pesisir Lombok, pesisir Sumbawa, dan pesisir Bima, bantaran sungai dan daerah yang lebih rendah harus tetap waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari Pasang Air Laut Maksimum. Seperti adanya Banjir ROB,” ujarnya dalam siaran pers tertulis pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
Wilayah Terdampak dan Kondisi Cuaca
Potensi banjir rob ini mencakup tiga pulau utama di NTB dengan rincian wilayah pesisir yang cukul rawan terdampak. Di Pulau Lombok, daerah yang masuk dalam daftar meliputi Ampenan, Sekarbela, Gerung, Lembar, Pemenang, Jerowaru, dan Labuhan Lombok.
Sementara itu, wilayah pesisir di Sumbawa meliputi Kecamatan Sumbawa, Rhee, dan Labuhan Badas. Adapun di wilayah Bima mencakup Palibelo, Belo, Woha, Bolo, Lambu, Langgudu, Soromandi, Sape, Rasanae Barat, Hu’u, serta Asakota.
Berdasarkan analisis prakiraan cuaca, Stamet ZAM mendata kondisi spesifik di beberapa titik pengamatan utama. Di wilayah Lembar, perkiraan cuaca cerah berawan hingga hujan ringan dengan pergerakan angin dari arah timur hingga selatan berkecepatan 5 hingga 20 knots.
Tinggi gelombang di wilayah tersebut berkisar antara 0,5 hingga 4,0 meter. Selain itu, pasang maksimum mencapai 1,9 meter yang terjadi pada pukul 23.00 hingga 02.00 Wita. Sedangkan di wilayah Sape, kondisi cuaca menunjukkan variasi serupa, yakni cerah berawan hingga hujan ringan.
Kecepatan angin tercatat sama, yakni 5 hingga 20 knots dari arah timur ke selatan. Sedangkan tinggi gelombang 0,5 hingga 2,5 meter. Pasang maksimum di Sape mencapai 1,8 meter yang berlangsung pada rentang pukul 23.00 hingga 04.00 Wita.
Langkah Antisipasi dan Pemantauan Informasi
Menghadapi ancaman fenomena pasang air laut maksimum tersebut, BMKG meminta warga yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar kawasan pesisir, bantaran sungai, serta dataran rendah agar meningkatkan kewaspadaan.
Kesiapsiagaan mandiri perlu ditingkatkan untuk mengantisipasi potensi genangan air laut yang dapat mengganggu aktivitas ekonomi, bongkar muat di pelabuhan, hingga pemukiman warga di pesisir.
Selain itu, para nelayan dan pengelola transportasi laut harus memperhatikan kondisi gelombang serta waktu pasang sebelum melaut. BMKG menekankan pentingnya pemantauan informasi cuaca maritim secara berkala agar masyarakat dapat mengambil tindakan pencegahan sejak dini.
Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terbaru, pihak meteorologi mengimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca dan gelombang terkini. Masyarakat dapat mengakses pembaruan data secara langsung melalui laman resmi maritim BMKG di http://maritim.bmkg.go.id.
Selain melalui kanal situs web, perkembangan kondisi cuaca maritim di wilayah NTB juga disiarkan secara berkala melalui akun media sosial resmi Instagram, Facebook, dan Twitter di @infobmkgntb. (*)




