AdvertorialNTB

Ketua Baznas NTB Buka Kajian Ustaz Hanan Attaki di Festival Ekonomi Syariah KTI

Mataram (NTBSatu) – Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (KTI) menghadirkan kajian akbar bersama ulama nasional Ustaz Hanan Attaki, Lc., di Masjid Raya Hubbul Wathan Islamic Center NTB, Mataram, Sabtu, 11 Juli 2026.

Antusiasme masyarakat tampak tinggi sejak awal rangkaian acara. Sebelum Ustaz Hanan Attaki menyampaikan tausiahnya, Ketua Baznas Provinsi NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, M.A., lebih dahulu membuka kajian melalui ceramah singkat yang sarat pesan keislaman.

Ketua Baznas NTB membuka ceramah dengan gaya santai yang mampu menghidupkan suasana. Ia mengibaratkan dirinya sebagai petinju kelas bulu yang mendapat kesempatan tampil lebih dahulu.

IKLAN

Sementara itu, Ustaz Hanan Attaki ia sebut sebagai petinju kelas berat yang menjadi tokoh utama dan paling jamaah nantikan pada kajian tersebut.

Meski mengawali acara, Dr. Lalu Muhammad Iqbal menyampaikan pesan-pesan yang mengajak masyarakat memperkuat hubungan dengan Allah melalui pengamalan syariat Islam.

Tiga Pesan Utama untuk Jamaah

Ketua Baznas NTB menjelaskan, syariat Islam hadir untuk membawa kemaslahatan bagi umat. Menurutnya, setiap aturan dalam Islam memiliki tujuan mulia, yakni menghadirkan kebaikan dan menjaga manusia dari berbagai bentuk keburukan.

Semakin seseorang menjalankan kehidupan dalam koridor yang halal, maka semakin dekat pula hubungan hamba tersebut dengan Allah SWT.

Pesan kedua menyoroti pentingnya istikamah dalam menjalankan kebaikan. Ia mengingatkan bahwa Al-Qur’an memberikan jaminan ketenangan bagi orang-orang yang konsisten berada pada jalan Allah.

Rasa takut maupun kesedihan tidak akan menguasai hati mereka karena keimanan menjadi sumber ketenangan hidup.

Ia juga mengajak jamaah melakukan introspeksi ketika rasa khawatir mulai mendominasi kehidupan. Menurutnya, kondisi tersebut dapat menjadi pengingat agar setiap muslim kembali memperkuat kedekatan dengan syariat serta meningkatkan kualitas ibadah.

Selanjutnya, Ketua Baznas NTB mengutip pandangan ulama besar Ibnu al-Qayyim al-Jauziyyah mengenai ukuran sebuah nikmat.

Ia menegaskan bahwa harta, jabatan, maupun berbagai fasilitas dunia bukan selalu menjadi tanda kebaikan apabila tidak membawa seseorang semakin dekat kepada Allah.

“Jika anugerah tersebut membuatmu semakin dekat kepada Allah, maka itu adalah nikmat. Namun, jika justru membuatmu semakin menjauh, maka itu adalah fitnah (petaka),” tegasnya.

Menjelang akhir tausiah, suasana kajian berlangsung semakin khusyuk. Dr. Lalu Muhammad Iqbal mengajak seluruh jamaah melantunkan kalimat tahlil secara bersama-sama.

Ajakan tersebut menjadi simbol komitmen untuk terus menjaga keimanan, memperkuat ketakwaan, serta berjuang meraih kebahagiaan yang hakiki, baik selama menjalani kehidupan dunia maupun saat kelak memasuki kehidupan akhirat.

Kajian akbar bersama Ustaz Hanan Attaki pun menjadi salah satu agenda yang menarik perhatian dalam Festival Ekonomi Syariah KTI.

Kehadiran ribuan jamaah menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap dakwah Islam yang menghadirkan pesan spiritual sekaligus nilai-nilai ekonomi syariah dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Atim Laili

Jurnalis NTBSatu

Artikel Terkait