Minat Baca di Loteng Meningkat, Perpustakaan Daerah Siapkan Kafe Baca untuk Generasi Muda
Lombok Tengah (NTBSatu) – Minat baca masyarakat di Lombok Tengah (Loteng) mengalami peningkatan dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini di tengah tren digitalisasi yang terus berkembang.
Pustakawan Ahli Muda Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lombok Tengah, Herman mengatakan, jumlah pengunjung perpustakaan meningkat daripada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, ia mengakui koleksi buku digital daerah masih terbatas dan lebih banyak bergantung pada layanan digital dari Perpustakaan Nasional.
“Kalau digital sebenarnya sama saja, tapi pengunjung justru lumayan naik dibanding tahun sebelumnya,” ujarnya kepada NTBSatu, Kamis 21 Mei 2026.
Ia menjelaskan, pengunjung perpustakaan saat ini masih anak-anak SD dan SMP yang mendominasi. Sementara itu, pelajar SMA belum terlalu aktif datang ke perpustakaan.
Untuk meningkatkan budaya literasi, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Loteng menggandeng berbagai komunitas serta menggerakkan program Duta Baca sejak 2025 lalu. Program tersebut melibatkan perwakilan yang bergerak di sekolah-sekolah untuk mengajak siswa gemar membaca.
“Itu yang kita gerakkan untuk bagaimana minat baca itu meningkat bagi anak-anak SD dan SMP,” kata Herman.
Selain itu, perpustakaan juga membuka ruang bagi komunitas untuk berkegiatan di area perpustakaan, termasuk kegiatan bercerita hingga aktivitas literasi setiap akhir pekan.
“Sekarang aula sudah jadi. Anak-anak SD dan SMP dipersilakan berkegiatan di sini supaya mereka betah datang ke perpustakaan,” katanya.
Dorong Budaya Membaca
Tak hanya fokus pada anak-anak, perpustakaan juga sempat menggelar pelatihan bagi guru, orang tua, komunitas, hingga pustakawan pada 2025 lalu untuk mendorong budaya membaca dari lingkungan terdekat anak.
“Di tahun 2025 itu pernah kita lakukan pelatihan guru, orang tua, komunitas, pustakawan. Supaya anak-anak itu bisa diarahkan untuk membaca,” ujar Herman.
Namun, sejumlah program pengembangan harus tertahan pada 2026 akibat efisiensi anggaran. Meski begitu, perpustakaan tetap menjalankan program rutin bersama komunitas dan Duta Baca untuk menjaga semangat literasi masyarakat.
Di tengah perubahan gaya hidup generasi muda, perpustakaan kini juga menyiapkan konsep baru berupa “kafe baca” di area kantin depan perpustakaan. Harapannya, konsep itu mampu menarik anak muda datang sambil membaca dan berdiskusi.
“Kita ingin anak-anak muda nongkrong di sini sambil membaca, sambil ngopi,” ujarnya.
Saat ini, pihak perpustakaan juga masih terus membenahi fasilitas serta koleksi buku fisik, termasuk menyediakan buku-buku best seller yang banyak pengunjung cari, seperti karya Tere Liye.
Perpustakaan Lombok Tengah menargetkan, peningkatan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dalam beberapa tahun ke depan. (Caca)




