Pacu Minat Baca Anak, KSB Gelar Pelatihan Bercerita hingga Kunjungan Rutin OPD
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Sumbawa Barat terus memacu tingkat literasi masyarakat.
Pemerintah daerah menempuh langkah ini melalui kombinasi program Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta kemitraan strategis eksternal.
Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sumbawa Barat, Hermanto, S.Pd., M.M. menjelaskan, pihaknya rutin menjalankan pembinaan ekosistem literasi dari tingkat sekolah hingga desa.
Agenda tersebut mencakup bimbingan teknis pengelola perpustakaan, perlombaan bertutur, serta penguatan literasi dan numerasi melalui kegiatan kelas kecil.
“Beberapa program sudah kami laksanakan tahun ini, baik yang bersumber dari anggaran daerah maupun non-anggaran. Jenis kegiatannya beragam, mulai dari pengelolaan perpustakaan hingga pelatihan keterampilan,” ujar Hermanto, Kamis 17 September 2026.
Selain program pembinaan, Dinas Arpus KSB merutinkan agenda kunjungan bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setiap hari Jumat. Kebijakan ini mewajibkan jajaran pegawai OPD menyambangi dan memanfaatkan fasilitas perpustakaan daerah secara berkala.
Pelatihan Storytelling
Guna memperluas daya tarik literasi anak usia dini, Dinas Arpus KSB menjalin kolaborasi non-APBD bersama Kepala Perpustakaan Amman Academy, James.
Kedua pihak mewujudkan kerja sama sukarela ini lewat pelatihan teknik bercerita bertajuk “Nyalakan Imajinasi” pada 10 Oktober mendatang.
“Nama programnya ‘Nyalakan Imajinasi’, yaitu kelas intensif teknik bercerita yang memikat. Kegiatan ini akan melibatkan para pegiat literasi di Sumbawa Barat,” jelas Hermanto.
Menurutnya, penumbuhan minat baca anak usia dini membutuhkan pendekatan komunikasi dua arah. Keterampilan bercerita (storytelling) menjadi kunci utama agar anak-anak tertarik mendalami isi buku bacaan.
Pelatihan tahap awal ini memprioritaskan penguatan kapasitas internal dinas, pegiat literasi, serta pengelola perpustakaan sekolah dan desa. Langkah ini diambil untuk mengisi celah keterampilan teknis bercerita yang belum terkuasai secara merata di lapangan.
Peningkatan kompetensi ini diproyeksikan memberi dampak langsung pada aktivitas literasi daerah. Petugas dinas akan lebih siap menyambut kunjungan anak-anak TK dan SD, sementara pegiat literasi dapat menerapkan teknik tersebut saat membuka lapak baca di area Car Free Day (CFD).
Bagi para pendidik, materi pelatihan menjadi rujukan penting dalam membimbing siswa menghadapi lomba bertutur tingkat kabupaten.
Apabila antusiasme peserta tinggi, Dinas Arpus KSB berkomitmen melanjutkan program ini secara berkala ke sekolah-sekolah yang belum terjangkau. (*)




