2.000 Lebih Warga NTB Bersiap Berebut Magang dan Beasiswa ke Jepang
Mataram (NTBSatu) – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB mencatat, Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) telah mendata lebih dari 2.000 calon peserta asal NTB. Para peserta ini bersiap mengikuti seleksi program pemagangan dan beasiswa ke Jepang.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB, Dr. H. Aidy Furqan, menyampaikan, pihaknya perlu mendata ribuan calon peserta tersebut. Hal ini menunjukkan kesiapan daerah dalam merespons program tersebut.
“Saat ini kami sudah menghimpun di atas 2.000 calon peserta dari LPK di bawah koordinasi kami. Mereka rata-rata sudah membekali diri dengan kemampuan bahasa Jepang dan siap mengikuti tahapan seleksi,” ujar Aidy di Mataram, kemarin.
Ia menjelaskan, tim seleksi akan menyaring seluruh pendaftar berdasarkan kemampuan bahasa Jepang. Peserta yang berhasil menguasai bahasa Jepang tingkat N3 berpeluang meraih beasiswa pendidikan tinggi jenjang D3 atau S1 di Jepang. Estimasi nilai bantuan mencapai Rp300 juta per orang.
“Jika lulus level N3, mereka berpeluang menerima beasiswa kuliah dari pemerintah di sana. Setelah menyelesaikan pendidikan D3 atau S1, mereka wajib menandatangani ikatan kerja minimal tiga tahun,” jelasnya.
Sementara itu, bagi peserta yang meraih kualifikasi bahasa tingkat N4, pihak penyelenggara akan mengarahkan mereka langsung ke jalur kerja atau pemagangan tanpa program beasiswa.
Siapkan Kelas Migran dan Pelatihan Intensif
Selain menghimpun 2.000 pendaftar dari LPK, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB juga menggaet Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga NTB. Hal ini untuk menggelar piloting kelas migran di empat SMK yang membentang di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.
Di sisi lain, sebanyak 40 calon tenaga kerja saat ini sedang menjalani Pendidikan dan Pelatihan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi NTB hingga akhir September.
“Setelah menyelesaikan diklat di BPSDM NTB, sebanyak 40 peserta tersebut akan mengikuti Pelatihan Nasional (Platnas) di Jakarta selama dua bulan pada Oktober–November mendatang sebelum pemerintah memberangkatkan mereka ke Jepang,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa kuota penerimaan program ini tidak membatasi jumlah peserta, melainkan bergantung pada tingkat kelulusan dan kemampuan bahasa peserta. Saat ini, Disnakertrans NTB masih menunggu regulasi teknis serta jadwal resmi pembukaan pendaftaran dari Kemendes PDTT. (Japriani)




