Pemda KSB Garap Skema Investasi Agribisnis Unggas di Taliwang dan Poto Tano
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa Barat terus mematangkan rencana investasi agribisnis unggas di wilayahnya. Pemerintah daerah merancang proyek ini bersama ASPM Group dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT).
Sebelumnya, pertemuan daring membahas tahapan investasi, model bisnis, hingga penyusunan pola kemitraan strategis. Pemda KSB ingin investasi ini memperkuat ketahanan pangan sekaligus menyerap hasil produksi peternak lokal.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) KSB, Suhadi, S.P., M.Si., mengungkapkan perkembangan pembahasan skema investasi agribisnis unggas tersebut. Ia menjelaskan, pemerintah daerah sedang mematangkan poin kerja sama bersama pihak investor.
“Terkait dengan unggas, ini sedang dibicarakan dengan calon investornya,” ujar Suhadi kepada NTBSatu, Selasa, 8 September 2026.
Suhadi kemudian membeberkan tahapan penting yang akan berlangsung pada pekan depan bersama para pemangku kepentingan. Ia menyampaikan jadwal rapat teknis lanjutan yang terangkai dengan agenda peninjauan lokasi.
“Rencananya tanggal 16 minggu depan akan ada rapat dengan pihak terkait termasuk calon investor dan kunjungan lapangan,” tutur Suhadi.
Kepala Bappeda KSB ini juga merinci wilayah sasaran yang masuk dalam peta survei lokasi. Ia menyebutkan, dua kecamatan utama yang menjadi fokus pemantauan tim di lapangan.
“Taliwang dengan Poto Tano,” kata Suhadi saat mengonfirmasi lokasi peninjauan.
Suhadi menegaskan, komitmen pemerintah daerah dalam mengawal seluruh proses investasi agribisnis ini. Ia berharap proyek industri unggas ini memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat KSB.
“Kami berharap proyek ini berjalan lancar dan membawa dampak ekonomi langsung bagi masyarakat,” pungkas Suhadi.
Peninjauan lapangan di Taliwang dan Poto Tano untuk memastikan kesiapan lahan serta kesesuaian tata ruang. Selanjutnya, langkah awal ini akan menentukan kelancaran transisi proyek menuju tahap eksekusi bisnis secara komersial.
Pemkab KSB optimistis kehadiran industri unggas ini sanggup memenuhi kebutuhan pasokan daging dan telur daerah. Kemitraan terpadu ini sekaligus menopang kebutuhan logistik PT AMNT serta pasar lokal KSB. (*)




