Mataram Tuan Rumah APEKSI 2027, Pembangunan Bale Mentaram Tahap II Resmi Ditender
Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram membuka tender pembangunan tahap II Bale Mentaram atau Kantor Wali Kota Mataram dengan nilai proyek mencapai Rp180 miliar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Lale Widiahning mengatakan, pemerintah membuka lelang bagi penyedia jasa mulai badan usaha kualifikasi menengah hingga perusahaan berskala besar.
“Silakan mendaftar, proses lelang sudah tayang. Tahapan tender kami targetkan sampai pengumuman pemenang pada 7 Oktober 2026,” katanya, Minggu, 13 September 2026
Pembangunan tahap II menjadi bagian persiapan Kota Mataram menyambut Musyawarah Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2027.
Mataram akan menjadi tuan rumah agenda nasional tersebut. Karena itu, Pemkot Mataram memprioritaskan penyelesaian struktur serta penataan lanskap bagian depan Bale Mentaram.
Gedung baru Kantor Wali Kota Mataram juga berpotensi menjadi salah satu tujuan para tamu APEKSI 2027. “Gerbang masuk dan tampilan depan kantor wali kota harus siap sebagai wajah kota yang dapat dilihat tamu-tamu nasional,” ujarnya.
Pembangunan tahap II mencakup sayap kiri, sayap kanan hingga bagian belakang gedung. Pemkot Mataram merencanakan anggaran Rp180 miliar melalui skema tahun jamak (multiyears) selama tiga tahun anggaran.
Selain pembangunan gedung, Pemkot Mataram menyiapkan pembebasan lahan pendukung sekitar kawasan Bale Mentaram.
Tim penilai independen (appraisal) tengah menghitung harga pasar tanah sekitar lokasi. Dinas PUPR telah menyiapkan anggaran awal lebih dari Rp3 miliar untuk kebutuhan tersebut.
“Sosialisasi awal dan pengukuran lapangan berjalan lancar tanpa kendala karena sudah ada pemahaman dengan pemilik lahan. Nilai pasti dari appraisal masih menunggu hasil resmi,” kata Lale.
Jika hasil penilaian melebihi anggaran awal, Pemkot Mataram akan mengusulkan tambahan anggaran atau mengatur pembayaran secara bertahap sesuai kesepakatan dengan pemilik lahan.
“Insya Allah, untuk masalah lahan bagian depan yang belum terbebaskan sudah tidak ada masalah. Tinggal komunikasi,” katanya. (*)




