Sumbawa Barat

Lokasi Pengembangan RSUD Asy-Syifa’ Masih Dikaji, Tunggu Keputusan Bupati

Sumbawa Barat (NTBSatu) – Rencana pengembangan RSUD Asy-Syifa’ Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, saat ini masuk tahap perampungan kajian teknis. Pemerintah daerah menyiapkan beberapa opsi lokasi.

Direktur RSUD Asy-Syifa’, Andy Suhaeri, S.ST., M.M.Inov., menyampaikan pihaknya telah merampungkan proses kajian komprehensif tersebut dan siap membahasnya bersama pimpinan daerah. Langkah ini guna memastikan arah pengembangan fasilitas kesehatan berjalan sesuai regulasi.

“Kami sudah menyelesaikan kajian teknis. Pimpinan daerah akan menentukan kepastian lokasi penambahan gedung RSUD dalam rapat Senin mendatang,” ujarnya kepada NTBSatu, Minggu, 13 September 2026.

IKLAN

Terkendala Aturan Teknis dan Regulasi IPAL

Manajemen menjadikan penentuan lokasi baru sebagai fokus utama akibat kendala regulasi pada lahan bagian depan rumah sakit. Syarat administratif dari Kementerian Kesehatan serta Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) memerlukan pemenuhan dokumen yang cukup rumit.

“Pengembangan di area depan terkendala aturan teknis, seperti izin lingkungan, kelayakan BLN, hingga koordinat Sistem Pengolahan Air Limbah (IPAL). Regulasi mengharuskan titik koordinat IPAL terintegrasi, sehingga penataan lahan depan membutuhkan proses panjang,” tambahnya.

Aturan teknis juga mewajibkan penyediaan jembatan penghubung jika akses jalan raya memisahkan bangunan rawat jalan dan rawat inap. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri yang masuk dalam kajian selama satu dekade terakhir.

IKLAN

“Koordinasi dengan kementerian menegaskan pentingnya akses penghubung antargedung demi keselamatan pasien. Kendala teknis penyediaan jembatan ini sebenarnya sudah menjadi pembahasan sejak sepuluh tahun lalu,” jelasnya.

Pemerintah daerah menyiapkan beberapa pilihan lokasi pengembangan di sekitar kawasan rumah sakit. Opsi yang tersedia mencakup area samping kiri, samping kanan, hingga lahan bagian belakang.

“Kami tidak hanya berpatokan pada satu titik. Beberapa alternatif lahan di sekitar rumah sakit sedang dinilai keberadaannya,” paparnya.

Mengenai anggaran, pemerintah daerah memastikan belum mengalokasikan dana pembangunan pada APBD Perubahan maupun APBD Murni. Kepastian penganggaran pengembangan RSUD Asy-Syifa’ masih menunggu arah kebijakan pimpinan.

“Anggaran fisik pembangunan saat ini belum teralokasi. Semua masih menunggu keputusan final terkait lokasi yang terpilih,” pungkasnya.

Pihak pemda bakal mengumumkan keputusan resmi mengenai penetapan lokasi setelah rapat koordinasi pimpinan daerah selesai digelar. Seluruh opsi lokasi RSUD Asy-Syifa’ kini berada di meja Bupati untuk mendapat persetujuan akhir. (*)

Artikel Terkait