Lombok TimurPemerintahan

Puluhan Ribu Warga Lombok Timur Nganggur, Pemkab Andalkan Pelatihan Kerja

Lombok Timur (NTBSatu) – Tingkat pengangguran terbuka di Lombok Timur mencapai 2,82 persen. Angka tersebut setara dengan hampir 31 ribu orang yang belum terserap dalam dunia kerja.

Kondisi ini menjadi salah satu pekerjaan rumah pemerintah daerah. Terlebih, angka pengangguran Lombok Timur masih berada pada kisaran 2,82 persen, meski sedikit lebih rendah dibandingkan tingkat pengangguran terbuka Provinsi NTB yang mencapai 2,9 persen.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lombok Timur, M. Irkam Jayadi mengatakan, pemerintah terus memperkuat intervensi untuk menekan angka tersebut.

IKLAN

Salah satu langkah yang ditempuh yakni memperbanyak akses pelatihan kerja bagi masyarakat.

Tahun ini, sekitar 800 orang mengikuti pelatihan melalui anggaran APBN. Sementara melalui APBD, pemerintah memberikan pelatihan kepada sekitar 320 orang.

“Harapan kita intervensi pemerintah ini bisa mengurangi angka pengangguran terbuka kita di Lombok Timur,” ujarnya, Selasa, 7 September 2026.

IKLAN

Jejak Peserta Jadi Evaluasi

Namun, pemerintah tidak ingin pelatihan hanya berakhir pada pemberian sertifikat. Disnakertrans kini mengevaluasi peserta setelah menyelesaikan pelatihan, untuk mengetahui apakah mereka benar-benar memanfaatkan keterampilan yang diperoleh.

Irkam mengatakan, peserta harus memberikan laporan setelah mengikuti pelatihan. Laporan itu mencakup aktivitas peserta setelah pelatihan, termasuk lokasi mereka bekerja atau menjalankan usaha.

“Purna pelatihan kita ini harus memberikan laporan, di mana dia berusaha, entah di rumah, entah di perusahaan orang. Itu menjadi laporan kami juga di sana,” ujarnya.

Menurut Irkam, pola tersebut penting untuk mengukur dampak program. Pemerintah tidak cukup mengetahui berapa banyak warga yang mengikuti pelatihan, tetapi juga perlu melihat berapa banyak peserta yang kemudian bekerja atau membuka usaha.

Ikran mengatakan, pihaknya juga mendorong peserta mengambil pelatihan lanjutan melalui skema reskilling dan upskilling.

Reskilling memungkinkan seseorang mempelajari keterampilan baru, sedangkan upskilling membantu pekerja meningkatkan kemampuan yang sudah mereka miliki.

Pelatihan itu mencakup berbagai bidang, mulai dari komputer hingga tata boga. Pemerintah berharap, masyarakat tidak hanya menguasai satu keterampilan sehingga memiliki lebih banyak pilihan ketika mencari pekerjaan.

Di sisi lain, Disnakertrans juga mendorong masyarakat memanfaatkan akses informasi lowongan kerja.

Sediakan Berbagai Peluang

Pemerintah menyediakan sejumlah portal yang memungkinkan pencari kerja melihat peluang pekerjaan, termasuk kesempatan bekerja di luar negeri.

“Sekarang semua terbuka. Tinggal memilih negara mana, kemudian jabatan apa. Nanti perusahaan yang akan memberikan feedback melalui portal” jelasnya.

Selain lowongan kerja, pemerintah juga membuka kesempatan magang yaitu Maganghub.

Irkam menyebut, salah satu program memberikan kesempatan kepada peserta untuk magang selama enam bulan, sementara pemerintah menanggung gaji mereka.

Perusahaan yang menerima peserta magang juga mendapatkan insentif.

Bagi Pemkab Lotim, rangkaian program tersebut menjadi cara untuk menghubungkan keterampilan masyarakat dengan kebutuhan pasar kerja.

Pemerintah berharap, pelatihan tidak berhenti pada peningkatan kemampuan, tetapi mampu mendorong peserta masuk ke dunia kerja atau membuka usaha secara mandiri.

Dengan tingkat pengangguran terbuka yang masih mencapai 2,82 persen, pemerintah masih memiliki pekerjaan besar, untuk memastikan puluhan ribu warga yang belum bekerja, dapat memperoleh akses terhadap pekerjaan dan sumber pendapatan. (*)

Artikel Terkait