Wisata Sungai Mencerit, Segarnya Mata Air di Tengah Sawah Pringgasela
Lombok Timur (NTBSatu) – Suara aliran air berpadu dengan rindangnya pepohonan dan hamparan sawah berundak di Dasan Sadar, Desa Pringgasela, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur.
Di tempat ini, wisatawan bisa menikmati segarnya aliran Sungai Mencerit. Airnya yang dingin menjadi pilihan untuk melepas penat setelah beraktivitas di bawah terik matahari.
Sungai Mencerit bukan sekadar tempat wisata. Aliran airnya berasal dari mata air yang juga dimanfaatkan PDAM untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga.
Mardi, pengelola parkir di kawasan tersebut, mengatakan, wisatawan terus berdatangan setiap hari. Jumlah pengunjung biasanya meningkat saat akhir pekan dan hari libur.
“Kalau hari biasa, ramainya biasa siang ke sore. Kalau hari libur gitu, dari pagi sudah ramai,” ujar Mardi, Minggu, 6 September 2026.
Wisatawan tak perlu khawatir kehabisan tempat. Area Sungai Mencerit cukup luas dan pengunjung bisa menikmati hampir seluruh kawasan di sekitar aliran sungai.
Menariknya, aliran mata air ini tetap deras meski musim kemarau tiba. Saat musim hujan pun air Sungai Mencerit tetap jernih.
Untuk menikmati suasana tersebut, pengunjung hanya perlu membayar parkir Rp2.000. Setelah itu, mereka bisa bermain air dan menikmati kawasan sungai tanpa biaya tambahan.
“Cukup Rp2.000 saja buat uang parkir, itu saja yang dibayar karena kita tidak mau membebani pengunjung,” jelas Mardi.
Pengelola juga menyediakan sejumlah fasilitas untuk menunjang kenyamanan wisatawan. Ada tempat ganti pakaian hingga musala.
Belasan pedagang turut membuka lapak di sekitar sungai sehingga pengunjung tetap bisa membeli makanan dan minuman tanpa harus membawa bekal dari rumah.
Tak Sekadar Bermain Air
Sungai Mencerit menawarkan lebih dari sekadar aktivitas bermain air. Pengunjung bisa menggelar tikar dan berkumpul bersama keluarga di tepi sungai.
Sebagian warga juga memanfaatkan derasnya aliran air untuk mencuci pakaian maupun karpet.
Anak-anak muda menjadi salah satu kelompok yang cukup sering datang. Namun, keluarga besar juga banyak memilih Sungai Mencerit sebagai tempat berkumpul dan menghabiskan waktu bersama.
Ayu Dia Salma, salah seorang pengunjung yang kerap datang, menilai suasana Sungai Mencerit cocok untuk melepas penat.
“Cocok kita pakai buat tempat healing tipis-tipis, soalnya murah,” ujarnya.
Menurut Ayu, suasana tenang dan suara gemericik air membuat kawasan tersebut terasa semakin nyaman. Duduk santai di pinggir sungai saja sudah cukup untuk membuat tubuh terasa lebih segar.
“Di sini kita duduk-duduk aja, sudah segar rasanya badan kita saking enak hawanya,” katanya.
Ayu menyarankan wisatawan datang pada pagi atau sore hari. Pada waktu tersebut, udara terasa lebih sejuk sehingga pengunjung bisa lebih nyaman bermain air maupun sekadar bersantai.
Bagi yang enggan bermain air, sejumlah lapak pedagang di tepi sungai juga bisa menjadi pilihan. Pengunjung bisa duduk menikmati makanan sembari mendengarkan suara aliran air.
Dengan tiket masuk yang nyaris tanpa beban, Sungai Mencerit menjadi pilihan sederhana bagi warga yang ingin mencari suasana berbeda di sela kesibukan.
Cukup Rp2.000 untuk parkir, wisatawan sudah bisa menikmati mata air yang jernih, udara sejuk, pepohonan rindang, serta hamparan sawah yang mengelilingi kawasan tersebut. (*)




