Minat Regenerasi Penenun Rendah, Dekranasda NTB Siapkan Strategi
Mataram (NTBSatu) – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menaruh perhatian terhadap rendahnya minat generasi muda untuk menekuni kerajinan tradisional.
Persoalan regenerasi penenun dan pengrajin muncul dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Dekranasda se-NTB di Mataram, Kamis, 3 September 2026.
Dekranasda kabupaten dan kota menyampaikan kelangkaan generasi penerus sebagai salah satu persoalan utama. Banyak anak muda belum menjadikan kerajinan sebagai pilihan mata pencaharian.
Ketua Dekranasda NTB, Hj. Sinta Agathia Iqbal, menyiapkan sejumlah langkah untuk menarik minat generasi muda sekaligus menjaga keberlanjutan kerajinan khas NTB.
Dekranasda NTB akan menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikpora) untuk mengenalkan keterampilan menenun dan kerajinan lokal melalui materi Muatan Lokal (Mulok).
Selain itu, Dekranasda NTB mendorong penguatan jurusan maupun sekolah kreatif pada jenjang SMK. Sinta berharap pelajar tidak hanya mengenal proses pembuatan kerajinan, tetapi juga memahami peluang ekonomi dalam industri kreatif.
Program tersebut akan menyasar kabupaten dan kota yang memiliki potensi kerajinan khas, seperti tenun, ketak, dan gerabah.
Dekranasda NTB juga membagi peran antara pemerintah kabupaten dan kota dengan pemerintah provinsi. Pemerintah kabupaten dan kota akan menangani sektor hulu, terutama dalam menarik minat serta mendampingi pengrajin.
“Pembagian Peran Hulu dan Hilir Selain merambah sektor pendidikan, Dekranasda NTB juga menerapkan pembagian peran yang terstruktur,” ujarnya, Kamis 3 September 2026.
Sementara itu, Dekranasda NTB fokus pada sektor hilir dengan memperluas akses pasar produk kerajinan lokal.
Sinta juga menggunakan pendekatan pop culture untuk mendekatkan wastra NTB dengan gaya hidup anak muda.
“Salah satunya, mereka mewajibkan pembawa acara (master of ceremony) pada berbagai agenda kepemudaan atau konser musik untuk mengenakan atribut tenun,” tambahnya.
Melalui langkah tersebut, Dekranasda NTB berharap tenun dan kerajinan lokal terus berkembang sebagai warisan budaya sekaligus peluang usaha bagi generasi muda. (Japri)




