Sumbawa Barat

Rem Blong Usai Berburu Sunset di Mantar, Motor Dua Pemuda Taliwang Terjun ke Jurang

Sumbawa Barat (NTBSatu) – Kecelakaan tunggal kembali terjadi di jalur wisata Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), yang melibatkan pengendara roda dua. Sebuah sepeda motor jenis matik yang dikendarai oleh dua orang pemuda dilaporkan terjun bebas ke dalam jurang di kawasan Desa Mantar, Kecamatan Seteluk, KSB.

Insiden tersebut berlangsung pada Selasa, 19 Mei 2026, bertepatan beberapa saat sebelum memasuki waktu ibadah Magrib, sekitar pukul 18.00 Wita. Dugaannya, jalur turunan ekstrem dari bukit Mantar menjadi lokasi utama hilangnya kendali atas kendaraan yang kedua korban tumpangi.

Berdasarkan data di lapangan, kedua korban merupakan warga yang berasal dari luar daerah Nusa Tenggara Barat (NTB). Kartu identitas menunjukkan satu korban terdaftar sebagai warga Yogyakarta, sementara rekan penumpangnya merupakan warga Pemalang, Jawa Tengah.

IKLAN

Meskipun status kependudukan tercatat dari luar daerah, kedua pemuda tersebut nyatanya bukan merupakan wisatawan yang baru datang. Informasi dari otoritas penyelamat setempat menyebutkan, kedua korban sudah menetap dan bekerja di wilayah Taliwang selama hampir satu tahun terakhir.

Kepala Seksi Penyelamatan Non Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) KSB, Didin Syaifuddin membenarkan terjadinya peristiwa kecelakaan tersebut. Otoritas pemadam kebakaran segera merespons laporan masyarakat, dengan menerjunkan tim penyelamat menuju lokasi tak lama setelah kejadian.

“Kronologinya, mereka berboncengan turun dari Mantar itu remnya blong. Biasa kejadian seperti itu,” ujarnya kepada NTBSatu, Rabu, 20 Mei 2026.

IKLAN

Sistem pengereman sepeda motor yang tidak berfungsi optimal di jalur menurun, membuat laju kendaraan tidak dapat pengemudi tahan. Akibatnya, kendaraan matik tersebut langsung meluncur keluar dari badan jalan dan tercebur ke dalam area jurang yang penuh semak dan pohon berduri.

Korban Selamat

Proses evakuasi fisik kendaraan baru bisa selesai pada malam hari, lantaran kondisi medan bawah jurang yang cukup menyulitkan pergerakan personel. Tim penyelamat Damkarmat KSB dengan bantuan warga lokal, terpaksa mengandalkan tali tambang untuk mengangkat sepeda motor secara bergotong-royong.

“Setelah selesai evakuasi, Isya selesai,” katanya, menambahkan informasi terkait estimasi waktu penuntasan operasi penyelamatan di lapangan.

Terkait kondisi medis, kedua korban selamat dari risiko fatalitas meskipun harus mengalami luka-luka di sekujur tubuh akibat benturan vegetasi berduri. Pihaknya langsung melakukan penanganan darurat pascaevakuasi, dengan melarikan kedua korban menuju fasilitas kesehatan terdekat.

“Ya namanya orang jatuh tetap ada luka-luka, apalagi di bawah jurang itu kan duri semua itu. Semalam sempat dirawat di Puskesmas Seteluk,” tutupnya. (Andini)

Artikel Terkait

Back to top button