Gua Kopong, Wisata Mata Air Jernih di Masbagik yang Tak Pernah Sepi
Lombok Timur (NTBSatu) – Suara aliran air menyambut pengunjung yang datang ke Gua Kopong. Mata air mengalir deras dari celah bebatuan dan mengisi kolam-kolam yang berada di tengah suasana hijau dan sejuk.
Jernihnya air bahkan membuat warnanya tampak biru. Pengunjung dapat melihat dasar kolam dengan jelas dari permukaan. Kondisi itu menjadi salah satu daya tarik utama Gua Kopong yang membuat wisatawan terus berdatangan, terutama saat musim panas.
Mulyadi, salah seorang pengelola Gua Kopong, mengatakan, mata air di kawasan tersebut tidak pernah kehilangan kejernihannya. Saat hujan turun, air tetap jernih. Begitu pula ketika musim kemarau, alirannya tidak pernah berhenti.
“Waktu hujan pun tidak pernah keruh. Musim panas pun tidak pernah kering. Tetap mengalir normal,” ujarnya, Senin, 2 September 2026.
Gua Kopong berada di kawasan yang berbatasan dengan Dusun Pancor Kopong Barat dan Pancor Kopong Timur. Lokasi wisata itu masuk wilayah Desa Masbagik Timur, sementara pengelolaannya melibatkan warga dari wilayah Pringgasela Selatan.
Mulyadi menjelaskan, masyarakat sebelumnya mengenal kawasan tersebut dengan nama Panjur Kopong. Warga kemudian menggunakan nama Gua Kopong karena terdapat gua di sekitar sumber mata air.
Tiga Kolam untuk Semua Usia
Pengelola menyiapkan tiga kolam untuk pengunjung. Masing-masing kolam memiliki kedalaman berbeda sehingga anak-anak, remaja, hingga orang dewasa dapat menikmati air dengan lebih nyaman.
Kolam terdalam mencapai sekitar 1,4 meter. Kolam lainnya memiliki kedalaman sekitar 1,2 meter dan 40 sentimeter.
Selain kolam, kawasan wisata ini juga memiliki aliran sungai dan sejumlah mata air. Pipa-pipa kecil mengalirkan sebagian air untuk memenuhi kebutuhan warga sekitar.
Menurut Mulyadi, masyarakat sudah memanfaatkan kawasan mata air tersebut secara turun-temurun. Warga kemudian mengembangkan kawasan itu menjadi tempat wisata dengan membangun akses jalan dan kolam penampungan.
“Dulu memang sudah lama. Turun-temurun sebenarnya. Cuma sekarang kita kelola, kita buat jalannya supaya mudah datang ke sini,” ujarnya.
Warga juga menjaga karakter alami kawasan tersebut. Mereka tidak mengubah sumber mata air dan hanya menambahkan fasilitas kolam sebagai tempat pengunjung menikmati air.
Tarif Murah, Kebersihan Jadi Andalan
Gua Kopong menawarkan konsep wisata sederhana dengan tarif masuk Rp2 ribu per orang. Biaya tersebut digunakan untuk menjaga kebersihan kawasan.
Pengunjung juga membayar Rp2 ribu untuk parkir. Setelah membayar tiket masuk, mereka dapat menikmati seluruh fasilitas wisata yang tersedia.
Mulyadi mengatakan, pengelola tidak mengejar tarif tinggi. Mereka justru mengandalkan kebersihan dan keamanan untuk membuat pengunjung kembali.
“Yang kita pakai kebersihan saja, keamanan, dan murah meriah,” katanya.
Pengelola membersihkan kawasan dua kali dalam sehari. Mereka membersihkan area sebelum pengunjung datang dan kembali membersihkannya setelah pengunjung meninggalkan lokasi.
Pengelola juga membatasi kendaraan roda empat masuk ke area wisata. Pengunjung yang membawa mobil harus memarkir kendaraannya di luar kawasan.
Langkah tersebut sekaligus menjaga lingkungan dari kerusakan dan mengurangi potensi sampah masuk ke kawasan mata air.
“Kalau mobil bisa masuk, nanti bisa merusak lingkungan juga. Sampah itu yang kita jaga,” ujar Mulyadi.
Bisa Capai Ribuan Pengunjung
Kejernihan air dan suasana sejuk membuat Gua Kopong memiliki daya tarik tersendiri. Saat musim panas, jumlah pengunjung dapat mencapai ratusan orang dalam sehari.
Pada hari libur, jumlah tersebut bahkan bisa meningkat hingga sekitar 2.000 orang. Mulyadi menyebut kondisi ramai biasanya terjadi pada Jumat dan hari libur ketika banyak warga memiliki waktu untuk berwisata.
“Hari biasa sekitar 400 sampai 500 orang. Tapi, kalau hari libur bisa sampai 1000 bahkan 2000,” katanya.
Gua Kopong sendiri baru berkembang sebagai destinasi wisata resmi sekitar tiga tahun terakhir. Sebelum itu, kawasan mata air tersebut hanya menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sekitar.
Warga kemudian memperbaiki akses jalan dan melibatkan para remaja dari dua wilayah di sekitar kawasan wisata.
Mereka bersama-sama menjaga kebersihan, keamanan, dan kelestarian sumber mata air.
Kini, Gua Kopong tidak sekadar menawarkan tempat untuk berenang. Wisatawan juga dapat menikmati suasana alam yang sejuk, aliran sungai, serta mata air dengan air sebening kaca yang memantulkan warna biru dari kejernihannya.
Bagi pengelola dan warga sekitar, menjaga kebersihan menjadi kunci agar Gua Kopong tetap ramai tanpa kehilangan wajah alaminya. (*)




