Pemkab Sumbawa Barat Siapkan 50 Sapi dan 40 Kambing untuk Kurban Iduladha
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa Barat, mematangkan penyediaan puluhan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha. Program tahunan ini sebagai wujud kepedulian pemerintah daerah, dalam memfasilitasi kebutuhan ibadah kurban bagi masyarakat yang membutuhkan.
Proses pengelolaan teknis, pendataan, hingga skema penyaluran logistik keagamaan ini dipercayakan penuh kepada Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Sumbawa Barat. Langkah tersebut guna memastikan seluruh bantuan dari pemerintah daerah berjalan tertib dan tepat sasaran.
Kepala Bagian Kesra Setda Sumbawa Barat, H. Burhanuddin menjelaskan, pihak kabupaten telah mengunci angka pasti mengenai jumlah ternak kurban tahun ini. Komoditas tersebut terdiri dari dua jenis hewan ternak utama, guna memenuhi kebutuhan di wilayah setempat.
“Untuk sementara kabupaten melalui Kesra menyiapkan 50 ekor sapi dan 40 ekor kambing,” ujarnya kepada NTBSatu, Selasa, 19 Mei 2026.
Saat ini, puluhan hewan kurban milik Pemkab Sumbawa Barat tersebut masih berada di lokasi masing-masing vendor. Bagian Kesra mengelola keberadaan ternak di tingkat rekanan ini, guna memudahkan teknis mobilisasi logistik saat hari penyaluran.
Skema pendistribusian ternak kurban akan secara langsung dari lokasi vendor menuju titik para penerima bantuan di tiap wilayah. Pihak pengelola mengatur langkah pengalokasian ini secara ketat, guna memotong rantai birokrasi dan menghindari penumpukan ternak di satu titik.
Selain mengelola urusan fisik ternak, Bagian Kesra memegang peran krusial sebagai koordinator urusan keagamaan di Sumbawa Barat. Tanggung jawab pengawasan ini mencakup pemantauan aspek kehalalan dan kesesuaian syariat, dalam proses penyembelihan di tengah masyarakat.
Manfaatkan Jasa Juleha
Pihak pengelola menyarankan, seluruh panitia kurban di tingkat desa dan kecamatan memanfaatkan jasa Juru Sembelih Halal (Juleha). Penggunaan tenaga ahli yang telah mengantongi sertifikat resmi menjadi prioritas utama Pemkab Sumbawa Barat, demi menjamin keabsahan proses pemotongan.
Burhanuddin memastikan, jumlah Juleha di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengalami peningkatan signifikan setelah serangkaian program pembinaan berkala. Kerja sama lintas sektor antara pemerintah daerah, Universitas Cordova, dan Masyarakat Ekonomi Syariah sukses mencetak penyembelih bersertifikat.
Guna melengkapi aspek kehalalan tersebut, Bagian Kesra menjalin sinergi intensif bersama tim medis veteriner lokal. Kerja sama ini melibatkan Dinas Pertanian KSB untuk mengawal kualitas daging hasil kurban milik pemerintah maupun warga.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian KSB, Hikmatul Azmy menegaskan, tim medis siap mengawal pengadaan tersebut. Pengawasan melekat, guna memastikan seluruh ternak memenuhi parameter ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal).
“Kita menjamin daging yang akan diterima oleh masyarakat itu ASUH: Aman, Sehat, Utuh, dan Halal. Untuk kehalalannya itu, nanti kita juga bersama Kesra selaku koordinator keagamaan,” jelas Hikmatul Azmy.
Tim bentukan akan Dinas Pertanian sebar ke seluruh kecamatan untuk melakukan pemeriksaan ante-mortem sebelum penyembelihan. Pemeriksaan fisik ini krusial, guna memisahkan ternak yang memiliki gejala penyakit klinis berbahaya sebelum publik konsumsi.
Pemeriksaan post-mortem juga akan digelar usai pemotongan, guna mendeteksi potensi parasit internal seperti infeksi cacing hati pada organ dalam ternak. Sinergi ini memastikan, bantuan daging kurban yang dikelola Bagian Kesra benar-benar aman dikonsumsi masyarakat. (Andini)




