Lombok TengahOlahraga

Loteng Targetkan Tiga Besar di Porprov NTB 2026, Siapkan 707 Atlet dan Ofisial

Lombok Tengah (NTBSatu) – Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), mulai mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026. Sebanyak 49 cabang olahraga (cabor) dipastikan ikut serta, dengan total 707 atlet dan ofisial yang kini menjalani Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda).

Kepala Bidang Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lombok Tengah, Syafruddin mengatakan, persiapan Porprov sebenarnya telah mulai sejak pelaksanaan Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) 2022 lalu. Hal tersebut sebagai bagian dari pembinaan atlet menuju ajang tingkat provinsi tersebut.

“Persiapan dari awal itu dipersiapkan dari Porkab dulu. KONI yang menyiapkan atlet dan jadwal Pelatda, sedangkan Dispora menyiapkan fasilitas dan pendanaan,” ujarnya kepada NTBSatu, Selasa, 19 Mei 2026.

IKLAN

Ia menjelaskan, awalnya Lombok Tengah hanya mengikuti 45 cabor. Namun, jumlah tersebut bertambah menjadi 49 cabor. Berdasarkan data dari KONI, total atlet, dan ofisial mencapai 707 orang.

Menurutnya, para atlet telah menjalani Pelatda sejak Februari hingga Maret 2026. Saat ini, KONI juga telah membentuk satuan tugas untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap persiapan masing-masing cabor.

“Soal Pelatda sekarang sedang berjalan dan dilakukan pemantauan terhadap kegiatan persiapan tiap cabor,” katanya.

IKLAN

Terkait venue pertandingan, ia menyebut, pemerintah daerah masih terus melakukan koordinasi bersama KONI Provinsi NTB sesuai hasil rapat kerja dan rapat koordinasi sebelumnya.

Venue sudah ada dan mudah-mudahan awal Juni semua yang perlu dipersiapkan sudah siap,” katanya.

Target Raih 100-110 Medali

Dalam Porprov NTB 2026 mendatang, Lombok Tengah menargetkan peningkatan prestasi signifikan. Jika sebelumnya berada di posisi lima besar, kini daerah tersebut menargetkan masuk tiga besar, bahkan membuka peluang meraih dua besar.

“Target kita sekitar 100 sampai 110 medali. Target KONI sekarang ingin Lombok Tengah masuk tiga besar,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengakui, persoalan anggaran masih menjadi tantangan dalam persiapan Porprov. Menurutnya, kebutuhan masing-masing cabor berbeda sehingga pembiayaan harus sesuai dengan kemampuan daerah.

“Kalau bicara anggaran memang enggak pernah cukup, tetapi kami tetap berusaha duduk bersama dengan KONI untuk mencari solusi,” katanya.

Selain anggaran, kendala lain adalah pengaturan waktu latihan atlet, terutama bagi atlet yang masih bersekolah maupun sudah bekerja.

“Ada atlet yang masih sekolah dan bekerja sehingga harus membagi waktu latihan. Tetapi itu tidak menurunkan semangat mereka untuk bertanding,” tambahnya. (Caca)

Artikel Terkait

Back to top button