FORHATI Nasional dan KOHATI HMI Cabang Mataram Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Desa Adat Sade
Mataram (NTBSatu) – Forum Alumni HMI-Wati (FORHATI) Nasional bersama Korps HMI-Wati (KOHATI) HMI Cabang Mataram menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak musibah kebakaran di Desa Adat Sade, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa, 25 Agustus 2026.
Kehadiran FORHATI Nasional dan KOHATI HMI Cabang Mataram di lokasi tidak hanya untuk menyalurkan bantuan, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat yang tengah menghadapi masa pemulihan akibat musibah kebakaran.
Bantuan yang diberikan berupa perlengkapan ibadah, seperti sarung, serta sejumlah kebutuhan lainnya yang diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari dan beribadah.
Bendahara Umum FORHATI Nasional, baiq yunita arisandi menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat Sade. Menurutnya, Sade bukan hanya sebuah permukiman, tetapi juga merupakan salah satu warisan sejarah dan budaya masyarakat Sasak yang telah dijaga secara turun-temurun.
“Musibah ini sangat memprihatinkan karena yang terdampak bukan hanya bangunan, tetapi juga bagian dari sejarah dan warisan nenek moyang masyarakat Sasak. Kita berharap masyarakat tetap kompak dan pemerintah dapat melakukan revitalisasi dengan tetap mempertahankan identitas lokal Sade,” kata Yunita.
Bendahara Umum FORHATI Nasional, baiq yunita arisandi menyebut bantuan yang disalurkan kali ini merupakan tahap awal. Bersama alumni HMI-Wati di NTB, pihaknya mengapresiasi antusiasme masyarakat yang ikut berdonasi, termasuk memberikan sarung dan perlengkapan untuk kebutuhan ibadah.
Ia mengungkapkan bahwa Sade memiliki nilai personal dan budaya yang kuat. Dirinya mengaku beberapa kali berkunjung ke kawasan tersebut dan membeli kain tenun Sade yang menurutnya memiliki nilai lebih karena merupakan hasil kerajinan asli yang diwariskan dari generasi ke generasi. Menurutnya, nilai warisan budaya tersebut tidak dapat semata-mata diukur dari sisi ekonomi.
Melihat kondisi Sade saat ini, Bendum FORHATI Nasional berharap proses pemulihan tidak hanya berorientasi pada pembangunan kembali secara fisik, tetapi juga memperhatikan aspek sosial dan psikologis masyarakat. Revitalisasi diharapkan mampu mengembalikan rasa aman, menjaga jati diri masyarakat, serta mencegah masyarakat, khususnya anak-anak dan keluarga terdampak, mengalami trauma berkepanjangan.
FORHATI Nasional juga berkomitmen untuk memberikan masukan kepada pemerintah agar upaya revitalisasi kawasan Sade dapat dilakukan secara tepat dengan tetap menjaga nilai budaya dan identitas lokal. Dukungan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat dinilai penting agar masyarakat dapat kembali menjalankan kehidupan serta aktivitas ekonomi seperti sebelumnya.
Warga Berharap Sade Segera Pulih
Salah seorang warga Desa Sade, Bapak Medal, berharap proses pemulihan dapat dilakukan secepatnya sehingga kondisi Sade dapat kembali seperti sebelum kebakaran.
Ia menyampaikan bahwa kerugian yang dialami masyarakat cukup besar karena kebakaran berdampak terhadap tempat tinggal, barang-barang, serta kebutuhan yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Medal menjelaskan bahwa kawasan Sade merupakan warisan yang telah diterima masyarakat secara turun-temurun dari orang tua dan leluhur. Kehidupan masyarakat setempat selama ini juga banyak bergantung pada sektor pertanian dan kerajinan tenun.
“Kami berharap Sade ini bisa secepatnya dipulihkan seperti dulu. Terima kasih kepada semua pihak yang sudah datang membantu. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, dan kami berharap masyarakat bisa kembali menjalankan kehidupan seperti sebelumnya,” ujar Medal.
Kehadiran FORHATI Nasional dan KOHATI HMI Cabang Mataram di Desa Sade menjadi bagian dari upaya membangun solidaritas bersama dalam menghadapi musibah. Dukungan berbagai pihak diharapkan tidak berhenti pada bantuan darurat, tetapi berlanjut pada proses pemulihan dan revitalisasi agar Sade tetap menjadi bagian penting dari identitas dan warisan budaya masyarakat Sasak. (*)




