Lombok Tengah

Warga Diimbau Tenang, Isu Penculikan Anak di Praya Tengah Dipastikan Hoaks

Lombok Tengah (NTBSatu) – Polres Lombok Tengah memastikan, informasi adanya dugaan upaya penculikan anak di Dusun Majan, Desa Batunyala, Kecamatan Praya Tengah, tidak benar atau hoaks.

Informasi yang sempat beredar luas melalui pesan singkat WhatsApp tersebut, sudah mendapat tanggapan langsung dari pihak kepolisian.

Kasi Humas Polres Lombok Tengah, Iptu Lalu Brata Kusnadi mengatakan, pihaknya sudah melakukan verifikasi dan pengecekan ke lapangan. Dan menyebut pesan tersebut tidak benar.

IKLAN

“Itu tidak benar adanya, tidak ada kejadian seperti dengan postingan itu,” katanya kepada NTBSatu, Rabu, 6 Mei 2026.

Berawal dari Pesan Berantai

Sebelumnya, kabar mengenai adanya dugaan penculikan anak sempat meresahkan warga. Setelah pesan berantai masuk ke grup WhatsApp bernama “Group Guru dan Wali” Desa Batunyala, pada Senin, 4 Mei 2026, pukul 21.21 Wita.

Dalam narasi yang beredar menyebutkan, ada dua orang yang berboncengan motor mencoba menculik seorang anak yang sedang bermain di area gubuk Penyambung, Dusun Majan.

Dalam pesan tersebut, tertulis jika aksi pelaku gagal karena ayah korban yang berusaha menghalangi. Meski anak tersebut sempat jatuh karena terdorong, namun ia berhasil selamat.

Narasi ini selanjutnya diperkuat oleh percakapan antar anggota grup, yang saling mengingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap orang asing.

Hasil Verifikasi Lapangan

Menanggapi hal tersebut, Lalu Brata menyatakan, langsung melakukan koordinasi dengan Polsek Praya Tengah guna melakukan penelusuran.

Berdasarkan hasil penelusuran, Lalu Brata menegaskan, tidak ada laporan maupun bukti fisik yang mendukung terjadinya peristiwa tersebut di Batunyala.

Lalu Brata menyayangkan, beredarnya informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan sumbernya karena memicu kepanikan di tengah masyarakat.

Bijak Bermedia Sosial

Atas masalah ini, Lalu Brata mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam menerima maupun membagikan informasi yang belum terbukti kebenarannya.

Ia berharap, warga tidak langsung mengunggah konten yang nantinya bisa menimbulkan kecemasan dan mengganggu ketertiban umum.

Ia juga berpesan, agar warga langsung menghubungi pihak berwenang jika menemukan peristiwa atau informasi yang mencurigakan guna mendapatkan klarifikasi resmi.

“Mohon dikonfirmasi terlebih dahulu ke kami, ke pihak kepolisian, sehingga bisa memberikan penjelasan yang benar sesuai dengan apa yang terjadi,” tegasnya. (Inda)

Back to top button