Lombok Tengah

Alat Tenun dan Harta Benda Terbakar, Warga Sade Pilih Syukuri Keselamatan

Lombok Tengah (NTBSatu) – Kebakaran yang melanda kawasan Rumah Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, membuat sejumlah warga kehilangan rumah dan peralatan yang selama ini menopang kehidupan mereka.

Salah satunya Menah dan Menep. Setelah kebakaran, keduanya memilih mengungsi di bagian luar kawasan Sade. Rumah mereka berada di bagian pinggir sehingga sejumlah barang masih berhasil diamankan oleh keluarga.

Barang-barang tersebut antara lain, gelang, songket, pakaian hingga kain tenun yang mereka produksi sendiri.

IKLAN

Namun, tidak semua barang berhasil mereka selamatkan. Alat tenun yang selama ini digunakan untuk memproduksi kain ikut ludes terbakar.

“Hancur semua kalau alat tenun,” ujar Menah kepada NTBSatu, Senin, 24 Agustus 2026.

Menah mengatakan, saat kebakaran terjadi, warga tidak sempat berpikir panjang untuk menyelamatkan barang. Kobaran api bergerak begitu cepat hingga warga hanya berusaha menyelamatkan diri dan anak-anak.

IKLAN

“Pas kebakaran yang penting anak-anak selamat karena apinya terlalu cepat, langsung hancur semua. Pemadam juga masih kalah sama cepatnya api. Kita lari-larian,” katanya.

Kebutuhan Dasar Mulai Terpenuhi

Kini, kebutuhan dasar menjadi perhatian utama Menah dan warga lain yang mengungsi. Mereka membutuhkan pakaian, air, tempat tidur hingga pakaian dan perlengkapan sekolah bagi anak-anak.

”Yang terpenting untuk anak-anak sih,” ujarnya.

Meski kehilangan sejumlah barang dan alat tenun, Menah menyebut bantuan dari pemerintah sudah banyak mereka terima. Bantuan juga datang dari masyarakat untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.

“Kalau dari pemerintah sudah dapat banyak bantuan, segala-galanya. Makanan, pakaian, segalanya,” ujarnya.

Menah turut menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang ikut membantu warga Sade setelah kebakaran.

“Terima kasih sama orang baik. Bersyukur banyak orang yang masih sayang,” katanya.

Bagi Menah, kehilangan harta benda masih bisa diterima selama dirinya dan keluarganya selamat dari kebakaran. “Tapi enggak papa, yang penting kita masih sehat,” tuturnya.(*)

Artikel Terkait