Lombok TimurPeristiwa

Kebakaran Asrama Muallimin Anjani, Api Padam Setelah 40 Menit

Lombok Timur (NTBSatu) – Kebakaran melanda asrama Madrasah Aliyah (MA) Muallimin Anjani, Kecamatan Suralaga, Lombok Timur, Minggu malam, 23 Agustus 2026. Api mulai berkobar sekitar pukul 21.00 Wita dan berhasil dipadamkan petugas sekitar pukul 21.40 Wita setelah melahap empat ruang asrama.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lombok Timur, Widayat mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 21.22 Wita.

Petugas kemudian tiba di lokasi sekitar pukul 21.30 Wita untuk melakukan penanganan. “Begitu menerima laporan, petugas langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan,” ujarnya, Senin, 24 Agustus 2026.

IKLAN

Petugas mengerahkan empat unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil tangki. Dua unit berasal dari Pos Mako, sedangkan masing-masing satu unit berasal dari WMK Pringgabaya dan WMK Terara. Petugas juga mendapat dukungan satu unit mobil tangki.

Api berhasil padam sekitar pukul 21.40 Wita. Namun, petugas tetap melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang dapat memicu kebakaran susulan. Proses pendinginan berlangsung hingga sekitar pukul 22.30 Wita.

Kebakaran tersebut berdampak pada empat ruang asrama. Petugas mencatat tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Sementara itu, kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp500 juta.

IKLAN

Sebelum petugas tiba, suasana di lingkungan asrama sempat panik. Sejumlah santri berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri saat api mulai membesar.

Kondisi berangsur kondusif setelah petugas pemadam kebakaran tiba dan melakukan penanganan. Petugas kemudian memastikan lokasi aman sebelum meninggalkan tempat kejadian.

Widayat menyebut, keterbatasan peralatan turut menjadi kendala dalam proses penanganan. Petugas tidak memiliki senter, sarung tangan, serta masker respirator atau SCBA yang memadai di lokasi.

“Kami tetap berupaya melakukan penanganan dengan peralatan yang tersedia agar api segera terkendali dan tidak meluas,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait