Incar Target Rp47 Triliun, Investasi KSB Semester I Sudah Tembus Rp25,39 Triliun
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Kabupaten Sumbawa Barat berhasil mengamankan realisasi investasi sebesar Rp25,39 triliun selama semester pertama 2026. Capaian ini membawa KSB menembus tiga besar kabupaten paling investor incar di Indonesia luar Pulau Jawa.
Laporan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, arus modal masuk ke KSB terus melonjak tinggi. Nilai investasi tersebut menempatkan Sumbawa Barat tepat di bawah Morowali dan Halmahera Tengah.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) KSB, Noto Karyono, S.Pi., M.Si., menyebut pertambangan dan hilirisasi masih menjadi penyumbang terbesar. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa Barat menyambut positif lonjakan investasi ini.
“PT Amman Mineral Nusa Tenggara pada sektor energi dan sumber daya mineral masih menyumbang porsi terbesar,” ujarnya kepada kepada NTBSatu, Minggu 23 Agustus 2026.
Aktivitas industri ekstraktif tembaga memang menguasai sebagian besar proporsi penanaman modal kawasan. Investor besar terus mengalirkan dana ke proyek-proyek strategis Sumbawa Barat.
“Sektor pertambangan dan pengolahan menyumbang lebih dari 90 persen total investasi,” ujarnya.
Meski industri tambang sangat mendominasi, sektor usaha warga lokal tetap menunjukkan pergerakan positif. Pelaku usaha mulai melirik potensi bisnis non-tambang yang terus berkembang.
“Sektor pariwisata dan UMKM mengisi sisa 10 persen realisasi investasi,” tambah Noto menjelaskan pertumbuhan sektor pendukung.
Target Investasi Rp47 Triliun
Masuknya investasi puluhan triliun rupiah ini membuat Pemkab Sumbawa Barat makin optimistis. Capaian semester pertama menjadi pijakan kuat untuk memenuhi target tahunan daerah.
“Realisasi semester pertama memang sudah melampaui tren, tetapi kami terus mengejar target Rp47 triliun dari Pemprov NTB,” pungkasnya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB mematok target investasi KSB sebesar Rp47 triliun sepanjang tahun 2026. Capaian pertengahan tahun ini menandakan KSB sudah mengamankan lebih dari separuh target provinsi.
Derasnya arus modal ini sekaligus membuktikan pemerataan pertumbuhan ekonomi ke luar Pulau Jawa. Sumbawa Barat kini makin kokoh sebagai magnet utama investasi nasional. (*)




