Puluhan Ribu Pendaki Mancanegara Pilih Jalur Sembalun Naik Rinjani
Lombok Timur (NTBSatu) – Sebanyak 22.384 wisatawan mancanegara memilih jalur Sembalun untuk mendaki Gunung Rinjani hingga 23 Agustus 2026. Jumlah itu lebih tinggi dibandingkan pendaki nusantara yang tercatat sebanyak 16.976 orang.
Tingginya angka tersebut menunjukkan minat wisatawan asing terhadap Gunung Rinjani masih kuat. Kondisi itu juga terlihat pada Minggu, 23 Agustus 2026, saat calon pendaki memadati konter registrasi pendaki di Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Sembalun.
Dari antrean calon pendaki, wisatawan mancanegara tampak mendominasi. Mereka datang dari berbagai negara untuk menikmati jalur pendakian Rinjani sekaligus menjelajahi kawasan taman nasional.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Astekita Ardiaristo mengatakan, Rinjani masih memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan internasional.
“Masih diminati. Dari data pendaki mancanegara hingga kemarin, untuk pendaki yang mendaki lewat Sembalun mencapai 22.384 orang. Dibandingkan pendakian nusantara sebanyak 16.976 orang,” ujarnya, Minggu, 23 Agustus 2026.
Data BTNGR juga menunjukkan luasnya asal negara wisatawan yang datang ke kawasan Rinjani. Pada Juli 2026, pengunjung pendakian TN Gunung Rinjani berasal dari 93 negara.
Wisatawan dari kawasan Eropa menjadi kelompok terbesar dengan 35 negara. Kemudian Asia sebanyak 31 negara, Amerika 13 negara, Afrika 11 negara, serta Australia dan Oseania tiga negara.
Dari sejumlah negara tersebut, Prancis mencatat jumlah pengunjung terbanyak dengan 1.015 orang pada Juli 2026. Posisi berikutnya datang dari Belanda sebanyak 787 orang, Jerman 649 orang, Australia 552 orang, Belgia 454 orang, China 340 orang, Malaysia 321 orang, Inggris 321 orang, Spanyol 242 orang, Swiss 239 orang, dan Irlandia 217 orang.
Astekita mengatakan, wisatawan mancanegara datang ke Rinjani bukan semata-mata untuk mencapai puncak. Mereka juga mencari pengalaman lengkap selama berada di kawasan taman nasional.
Alam dan Budaya Jadi Daya Tarik
Pendaki dapat menikmati savana, hutan tropis, Danau Segara Anak hingga panorama matahari terbit dari puncak Rinjani. Wisatawan juga dapat mengenal budaya masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan.
“Wisatawan mancanegara datang ke Rinjani bukan hanya untuk mencapai puncak. Mereka mencari pengalaman yang utuh,” ujarnya.
Menurut Astekita, perpaduan bentang alam dan pengalaman budaya tersebut membuat Rinjani memiliki daya tarik kuat di mata wisatawan internasional. Rinjani juga menjadi salah satu destinasi pendakian yang dikenal di Asia Tenggara.
Tingginya kunjungan wisatawan asing turut membuka ruang bagi masyarakat dan pelaku usaha yang mendukung aktivitas pendakian. Porter, guide, dan tour operator menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan kepada pendaki mancanegara.
Karena itu, BTNGR mendorong peningkatan standar pelayanan. Pengelola juga tengah mengupayakan sertifikasi bagi porter, guide, dan tour operator yang mendampingi wisatawan selama melakukan pendakian.
“Kami mendorong agar pelayanan terstandar dan kami sedang mengupayakan agar seluruh porter, guide, TO memiliki sertifikasi,” jelasnya.
Selain meningkatkan kualitas pelayanan, BTNGR terus menjaga kondisi kawasan dan memperbaiki jalur pendakian. Pengelola juga mengupayakan pembangunan sarana dan prasarana pendukung.
Astekita berharap, upaya tersebut dapat menjaga kepuasan pendaki sekaligus mempertahankan minat wisatawan mancanegara terhadap Rinjani.
“Sehingga pendaki tidak hanya puas menikmati alam Rinjani, namun juga puas memperoleh pelayanan,” pungkasnya. (*)




