AdvertorialPendidikan

Kisah Alumni Unram Bangun Ekosistem Peternakan, Gandeng Lebih dari 100 Peternak Lokal

Mataram (NTBSatu) – Berawal dari usaha kecil saat masih kuliah, Edi Sanjaya, S.Pt., berhasil mengembangkan MBB Farm Lombok menjadi usaha peternakan yang memiliki jaringan kemitraan luas.

Alumni Program Studi S1 Peternakan Universitas Mataram (Unram) angkatan 2016 itu kini menggandeng lebih dari 100 peternak lokal dari berbagai wilayah Pulau Lombok.

MBB Farm Lombok tidak hanya menjalankan aktivitas budidaya dan penggemukan ternak. Usaha tersebut juga membuka lapangan kerja bagi sekitar 25 tenaga kerja lokal serta memasok sapi potong ke sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan dan Jabodetabek.

IKLAN

Perjalanan Edi membangun usaha peternakan bermula dari pengalaman selama menempuh pendidikan di Unram. Saat pertama masuk perguruan tinggi, Program Studi S1 Peternakan bukan pilihan utamanya.

Namun, sebuah pesan dari dosen pada semester dua membuat pandangannya terhadap dunia peternakan berubah.

Dosen tersebut mendorong mahasiswa agar memiliki tujuan dan mimpi besar. Ia juga menyampaikan bahwa masih sedikit lulusan peternakan yang memilih terjun langsung sebagai praktisi.

IKLAN

Pesan itu kemudian mendorong Edi untuk membuktikan kemampuan lulusan peternakan dalam membangun usaha sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat. Ia mulai memperdalam pengetahuan melalui dosen, buku, serta berbagai sumber digital.

Perhatian Edi terhadap kondisi peternak lokal turut memperkuat keinginannya membangun usaha. Ia melihat banyak peternak kambing di desanya masih menjalankan usaha secara tradisional dan menghadapi kendala pemasaran ternak.

Rintis Usaha Sejak Kuliah

Pada 2017, Edi mulai menjalankan budidaya dan penggemukan kambing untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban. Usaha tersebut kemudian berkembang menuju sektor sapi potong dan produksi susu kambing.

MBB Farm Lombok juga memperluas jaringan pemasaran hingga berbagai daerah. Perkembangan tersebut membuat usaha Edi tidak hanya bertumpu pada aktivitas peternakan sendiri, tetapi turut menghubungkan peternak lokal dengan pasar yang lebih luas.

Edi membangun model kemitraan dengan peternak kambing dan sapi dari berbagai wilayah Pulau Lombok. Hingga kini, lebih dari 100 peternak telah bergabung dalam jaringan tersebut.

Melalui kemitraan itu, Edi turut membantu pemasaran ternak sekaligus mendorong peternak agar lebih adaptif terhadap perkembangan industri peternakan.

“Sebagai seorang terdidik, tentu masyarakat menaruh harapan kepada kita. Salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah pengabdian dan pemberdayaan. Karena itu, ilmu yang kita peroleh harus kembali kepada masyarakat dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar,” ungkap Edi, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Selain menggandeng peternak, MBB Farm Lombok kini menjadi sumber penghasilan bagi sekitar 25 tenaga kerja lokal. Edi menilai pencapaian tersebut sebagai salah satu hasil paling berarti dari perjalanan usahanya.

“Saya tidak pernah membayangkan ketika pertama kali merintis peternakan ini suatu hari nanti bisa mempekerjakan orang lain. Pencapaian terbesar bagi saya adalah ketika melihat ada dapur yang mengepul dari usaha ini. Ketika orang lain bisa mendapatkan penghidupan karena usaha yang kami bangun, di situlah saya merasa perjuangan ini benar-benar berarti,” tuturnya.

Dari Pengusaha Peternakan hingga Pimpin Desa

Perjalanan membangun MBB Farm Lombok tidak selalu berjalan mudah. Keterbatasan modal menjadi salah satu tantangan utama ketika Edi mulai merintis usaha.

Edi memanfaatkan skema urun dana atau crowdfunding bersama teman-teman kuliah untuk memperoleh modal awal. Ia juga mendapat dukungan investasi dari dosen yang percaya terhadap potensi usaha tersebut.

Pengalaman menghadapi keterbatasan modal membuat Edi semakin memahami pentingnya keberanian mengambil peluang, kemauan belajar, dan konsistensi dalam mengembangkan usaha.

Kesuksesan membangun usaha peternakan kemudian membuka ruang pengabdian yang lebih luas. Pada 2025, Edi terpilih sebagai Kepala Desa Lelong, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah.

Dalam menjalankan pemerintahan desa, Edi membawa semangat yang sama seperti saat membangun usaha. Ia berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi desa, serta pembangunan infrastruktur untuk mendukung kemajuan masyarakat.

“Ketika ada hal baru yang bermanfaat yang kita lahirkan, ada solusi yang kita tawarkan untuk masyarakat, dan ada perubahan yang kita hadirkan bagi lingkungan sekitar, di situlah makna pendidikan benar-benar terasa,” katanya.

Ke depan, Edi berharap MBB Farm Lombok mampu berkembang sebagai ekosistem peternakan mandiri yang merangkul lebih banyak peternak melalui kemitraan yang saling menguatkan. Ia ingin manfaat ekonomi dari sektor peternakan terus menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Edi juga mengajak mahasiswa Unram agar tidak menunggu kesempatan besar untuk mulai memberi manfaat.

“Lakukanlah hal yang bermanfaat, sekecil apapun itu. Karena sekecil apapun dampaknya, ketika memberi manfaat bagi lingkungan sekitar, itulah awal dari perubahan yang lebih besar,” pesannya. (*)

Atim Laili

Jurnalis NTBSatu

Artikel Terkait