Unram Kembali Bergerak, Rektor Lepas 44 Relawan Bantu Korban Gempa NTT
Mataram (NTBSatu) – Rektor Universitas Mataram (Unram), Prof. Dr. Sukardi, M.Pd., melepas 44 relawan untuk menjalankan misi kemanusiaan di Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis, 20 Agustus 2026.
Prosesi pelepasan berlangsung di lobi Rektorat Unram. Para relawan akan menjalankan kegiatan tanggap darurat dan pendampingan masyarakat mulai 20 hingga 31 Agustus 2026.
Tim kali ini terdiri atas 21 anggota dari dua kelompok pengabdian serta 23 mahasiswa dari berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Dua kelompok pengabdian tersebut masing-masing mendapat arahan dari dr. Wahyu Sulistya Affarah, MPH, Sp.KL(K), dan Aurelius Rofinus Lolong Teluma, S.S., M.A.
Rektor Unram menyebut, keberangkatan relawan sebagai wujud nyata konsep Kampus Berdampak. Unram ingin menggunakan kapasitas perguruan tinggi untuk membantu masyarakat yang membutuhkan dukungan saat menghadapi bencana.
“Saya menyambut baik dan sangat senang sekali bahwa kita sekarang memberangkatkan tim relawan kedua ke NTT. Tahun 2018 kita juga merasakan hal yang sama. Inilah yang kita sebut dengan kampus berdampak,” ungkapnya.
44 Relawan Unram Bergerak ke NTT
Prof. Sukardi menjelaskan, Unram telah menjalankan respons kemanusiaan secara bertahap. Sebelumnya, sekitar 15 tenaga medis dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) serta Rumah Sakit Pendidikan Unram berangkat menuju NTT untuk memberikan dukungan kesehatan dan berkoordinasi dengan pihak terkait.
Unram juga telah mengirim relawan batch pertama serta menyiapkan keberangkatan kelompok dari Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM).
“Ini bentuk kepedulian kita terhadap saudara-saudara kita yang ada di NTT. Di mana pun kita dipanggil, kita harus hadir sesuai dengan kemampuan yang kita miliki,” ujar Rektor.
Sementara itu, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unram, Dr. Andi Chairil Ichsan, S.Hut., M.Si., mengatakan keberangkatan tim mencerminkan kepedulian sivitas akademika Unram terhadap masyarakat NTT.
“Kita berkumpul dalam rangka kegiatan kemanusiaan untuk mewujudkan rasa peduli Unram kepada saudara-saudara kita di NTT yang sedang tertimpa musibah gempa bumi. Hari ini Unram bergerak untuk memastikan dan mendukung kegiatan tanggap darurat yang ada di wilayah kebencanaan,” ujarnya.
Bantu Evakuasi hingga Edukasi Masyarakat
Para relawan akan menjalankan kegiatan di sejumlah wilayah Flores, termasuk Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Nagekeo. Mereka akan membantu penyaluran bantuan, evakuasi, edukasi, serta pendampingan masyarakat sesuai kebutuhan lapangan.
Dr. Andi juga mengingatkan seluruh anggota agar mengutamakan keselamatan selama menjalankan misi kemanusiaan.
“Yang paling utama adalah semuanya berangkat sehat dan pulang juga dengan sehat. Jangan sampai kita berangkat sebagai tim evakuasi, tetapi justru kita yang dievakuasi,” tambahnya.
Selain mengirim relawan, Unram memberikan pembebasan sementara Uang Kuliah Tunggal (UKT) kepada 138 mahasiswa asal NTT. Kebijakan tersebut membantu mahasiswa tetap menjalankan pendidikan saat keluarga dan daerah asal mereka menghadapi situasi bencana.
Respons Unram turut mendukung Sustainable Development Goals (SDG) 3 tentang kesehatan dan kesejahteraan serta SDG 11 tentang kota dan komunitas berkelanjutan. Melalui tenaga medis, dosen, mahasiswa, dan relawan, Unram berupaya memperkuat dukungan kesehatan sekaligus ketahanan masyarakat NTT selama masa tanggap darurat.
“Selamat jalan, selamat bertugas. Apa yang terjadi, apa yang kurang, apa yang bisa bantu, inilah kebaikan yang bisa kita lakukan sebagai sesama manusia. Unram hadir bagi masyarakat yang terkena musibah. Mudah-mudahan ini bisa meringankan beban saudara kita di NTT.” Tutupnya. (*)




