Kota Mataram

Belum Ada Perhatian Khusus, Pokdarwis Pantai Viral Kali Ancar Kelola Sampah Mandiri

Mataram (NTBSatu) – Peningkatan kunjungan wisatawan di Pantai Viral Kali Ancar, Lingkungan Bagek Kembar, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, memberikan berkah tersendiri bagi perekonomian warga lokal. Namun di balik ramainya pengunjung, tersimpan tantangan besar mengenai pengelolaan sampah.

Hingga saat ini, pengelolaan kebersihan kawasan Pantai Viral Kali Ancar masih bertumpu pada skema mandiri. Tanpa ada intervensi dan aksi nyata atau bantuan operasional dari Dinas Lingkungan Hidup (LH) maupun Dinas Pariwisata (Dispar).

“Kalau untuk aksi nyata dari dinas. LH atau Dispar untuk pengentasan sampahnya, belum ada,” ucap Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Viral Kali Ancara, Aji Sukendi kepada NTBSatu, Senin, 18 Mei 2026.

IKLAN

Kendi -sapaannya- menambahkan, pengangkutan sampah masih bergantung dengan armada di lingkungan. “Tidak ada armada khusus, kami pakai aja itu yang di lingkungan. Jadi harus tunggu pengangkutan di lingkungan selesai dulu, baru bisa angkut yang di sana (Pantai Viral Kali Ancar),” imbuhnya.

Bendahara Pokdarwis Pantai Viral Kali Ancar, Muhammad Ridwan menuturkan, meskipun sudah diresmikan pada 2023 dengan menggandeng Dinas Pariwisata. Seluruh pengelolaan, termasuk urusan sampah masih pihaknya kelola secara mandiri.

“Kita murni mandiri melalui penarikan kontribusi dari pedagang-pedagang sebesar lima ribu rupiah per hari. Uangnya untuk upah tim kebersihan, biaya operasional armada pengangkutan, dan pembelian token listrik untuk para pedagang,” tuturnya.

IKLAN

Bantuan PLN

Di tengah absennya perhatian dan aksi nyata dari dinas terkait, Kendi menjelaskan, penataan pedagang di pantai banyak berasal dari bantuan PLN.

“Saya berterima kasih, saya tidak menutup mata dari PLN. Betul-betul ada bantuan untuk lapak pedagang itu, semua diseragamkan. Ada juga boat (perahu, red) untuk patroli di pantai,” ucapnya.

Infrastruktur sebagai Pekerjaan Rumah

Meskipun penataan pantai telah mendapat banyak sokongan dari PLN, Ridwan menegaskan, retribusi dari pedagang sulit untuk memenuhi pendanaan infrastruktur skala besar. Misalnya, pembangunan gapura khusus Pantai Viral Kali Ancar dan pengaspalan jalan menuju pantai.

“Kita sih inginnya ada gapura selamat datang gitu, biar kelihatan. Jalannya juga perlu diaspal, tetapi untuk dananya kalau mengandalkan retribusi dari pedagang belum mampu. Karena habis untuk operasional sampah dan listrik,” ucap Ridwan.

Ia berharap, pemerintah melirik potensi destinasi wisata ini agar tetap ramai pengunjung. “Harapannya semoga pemerintah melirik, agar dibantu infrastrukturnya,” tutup Ridwan. (Ashri)

Artikel Terkait

Back to top button