Kota Mataram

Hanya Ramai Seminggu, Proyek Sentra Kuliner Udayana Rp1,6 Miliar Kini Terbengkalai

Mataram (NTBSatu) – Sentra Kuliner Udayana yang berlokasi di area Teras Udayana, Kota Mataram, kini kondisinya memprihatinkan. Proyek yang menelan anggaran fantastis mencapai Rp1,6 miliar tersebut, kini sepi aktivitas dan terancam mangkrak total.

Berdasarkan pantauan langsung NTBSatu di lapangan, deretan lapak yang dibangun menggunakan uang negara tersebut tampak melompong dan terbengkalai. Tidak hanya sepi dari aktivitas jual-beli, kondisi fisik bangunan penunjang UMKM ini juga mulai rusak.

Akibat lama ditinggal dan kurang perawatan, dinding-dinding lapak kini tampak berjamur dan dipenuhi noda hitam. Beberapa bagian material bangunan pun terlihat lapuk dan kotor akibat terpapar cuaca, membuat kawasan yang seharusnya menjadi pusat estetika kuliner ini terkesan kumuh.

IKLAN

Dari sekian banyak fasilitas, saat ini hanya tersisa tiga lapak yang masih bertahan. Itu pun dalam kondisi yang sangat sepi pembeli.

Hanya Ramai Seminggu

Salah seorang pedagang yang masih bertahan, Nur membenarkan kondisi memprihatinkan ini. Ia mengungkapkan, sejak pertama kali diluncurkan pada Maret 2024 lalu, Sentra Kuliner Udayana tidak pernah benar-benar hidup lama.

“Katanya waktu launching (Maret 2024) itu memang sempat ramai, tetapi cuma bertahan full seminggu saja. Setelahnya langsung sepi dan banyak pedagang yang kosong karena tidak ada pembeli,” ujar Nur.

IKLAN

Nur melanjutkan, berjualan di lokasi tersebut saat ini sudah tidak lagi kondusif. Selain faktor sepi pengunjung dan lingkungan yang mulai kotor, masalah kriminalitas juga menjadi momok menakutkan bagi para pedagang akibat area yang tidak terjaga pada malam hari.

“Malam-malam kalau tidak ditungguin (dijaga), banyak maling. Banyak barang-barang pedagang yang hilang,” ungkapnya.

Nur sendiri mengaku tidak menyewa lapak tersebut, melainkan mendapatkan jatah kuota gratis dari keluarganya yang bekerja di Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram.

Melihat kondisi fisik bangunan yang mulai rusak dan sepinya pembeli, ia berharap pihak Pemkot Mataram bisa lebih kreatif dalam menghidupkan kembali kawasan tersebut dengan memperbanyak acara menarik untuk memancing kedatangan pengunjung.

Dinas Perdagangan Beri Waktu Tiga Bulan

Menanggapi persoalan ini, Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, Irwan Harimansyah mengungkapkan, seluruh lapak sebenarnya sudah memiliki pemilik atau terdata nama kuotanya. Namun, para pedagang tersebut memang belum kembali aktif berjualan setelah momentum peluncuran berlalu.

“Orangnya sudah ada namanya, tetapi mereka belum aktif lagi. Dulu pernah aktif sekali pada saat launching itu doang, ada seminggu,” ujar Irwan.

Ia menjelaskan, pihak dinas tidak akan tinggal diam melihat aset senilai miliaran rupiah ini telantar. Dinas Perdagangan memberikan batas waktu bagi para pemilik lapak, untuk segera berembuk menentukan kelanjutan aktivitas usaha mereka.

“Saya kasih waktu tiga bulan mereka berembuk,” tambahnya.

Mengenai keluhan sepinya kawasan dan permintaan event dari pedagang, Irwan menyatakan, siap mencari solusi. Dinas Perdagangan berencana akan menjalin sinergi dengan dinas terkait, guna meramaikan kembali Sentra Kuliner Udayana yang memiliki sekitar 18 hingga 20 unit lapak ini.

“Dia (pedagang) minta ada eventevent segala, nanti kita kerja sama dengan pariwisata,” tutupnya. (*)

Artikel Terkait

Back to top button